Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Berita
>
Article

BBM Turun, Ini Ancaman Ahok Jika Tarif Angkutan Tidak Berubah

01 April 2016 11:00 | 1514 hits

DREAMERS.ID - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyesalkan kebijakan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang enggan menurunkan tarif meskipun Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah turun. Harga BBM diketahui turun per 1 April 2016. Ahok sapaan Basuki pun meminta tarif angkutan untuk diturunkan.

"Pokoknya BBM turun juga enggak pernah turun kan tarifnya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (31/3).

Bila tak juga diturunkan, Ahok mengancam tidak akan memberikan izin operasi bagi para operator swasta. Dia juga menegaskan akan mengambil alih angkutan umum di dalam kota. "Kita putuskan tak pernah berikan transport umum ke swasta. Mereka enggak ada toleransi," tegas Ahok.

Alasannya, jika tarif urung diturunkan, maka warga DKI akan terbebani dengan biaya angkutan yang mahal. Hal ini bertolak belakang dengan rencananya yang akan menerapkan sistem rupiah per km yang diyakini jauh lebih terjangkau. "Yang kita tawarkan rupiah per km. Semua bus dalam kota kita ambil alih. Kalau mau bersaing silakan tak akan sanggup," tutupnya.

Baca juga: Jika Ahok Jadi Presiden, Ini Langkah Besar yang Akan Dilakukannya

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar sebesar Rp 500 per liter. Dengan demikian, harga Premium yang awalnya Rp 6.950 per liter turun menjadi Rp 6.450 per liter dan harga solar yang awalnya Rp 5.650 per liter turun menjadi Rp 5.150 per liter. Penurunan ini akan berlaku mulai 1 April 2016.

Namun, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah malah mengaku kesulitan menertibkan penurunan tarif angkutan umum. Hal itu ia ungkapkan usai berkonsultasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda). "Terus terang secara aturan harus mengikuti tapi fakta dilapangan sulit lho," ujar Andri usai rapat dengan Polda Metro Jaya di Dinas Perumahan DKI, Jakarta, Kamis (31/3).

Andri mengungkapkan penurunan 3 persen harga BBM berarti tarif angkutan umum akan turun sebesar Rp 200 perak. Hal itu, ia khawatirkan malah akan menimbulkan keributan di lapangan.

"Kemarin sudah berkonsultasi dengan Organda mereka akan mengikuti harga tarif harga BBM. Tapi susah juga turun harga BBM turun 3 persen turun 200 perak nanti jadi berantem kalau masalah 200 perak. Misalnya bayar Rp 4.000 kembalian 200 perak enggak ada ribut. Nyari duit 200 perak susah lho," tandasnya.

Source:
Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio