CHAPTER 57 : Get Mad
Tidak berapa lama. Chorong keluar dari kamarnya.. Dia menghampiri Suho yang sudah berada di luar rumah..
“Apa kita pergi sekarang??”
Suho terdiam sejenak saat melihat Chorong.
“Wa-wae?? Apa aku terlihat aneh??” Chorong melihat baju yang di kenakannya sambil memegang rambutnya yang di kuncir ke samping
“Kenapa kau selalu membuatku terpesona dengan panampilanmu, Chorong’ah??” Ucap Suho dalam hati sambil masih melihat Chorong
“Ku-kurasa aku harus mengganti pakaianku..”
“A-aniya.. Masuklah” Suho membukakan pintu mobil untuk Chorong
Chorong masuk ke dalam mobil sambil masih melihat kaos panjang dan celana jeans yang di kenakannya..
“Kemana kita akan pergi??” Chorong bertanya saat mobil mulai meninggalkan wilayah rumah
“Menjemput Dingo..”
“Dingo?? Nugu??”
“Kau akan tau saat melihatnya nanti”
Chorong hanya bisa menebak-nebak siapa yang dimaksud Suho.
Mobil Suho berhenti di depan sebuah toko hewan..
“Turunlah” Suho membuka pintu Chorong
Chorong masih bertanya-tanya di dalam hatinya saat memasuki toko tersebut
“Annyeonghaseyo, Suho’ssi.. Omo, apa ini Park Chorong?? Annyeonghaseyo, Sarang-imnida”
Seorang yeoja berpakaian seperti seorang dokter menyapa mereka berdua. Chorong hanya bisa tersenyum sambil membungkukkan badannya..
“Apa Dingo baik-baik saja??” Tanya Suho langsung
“Nde. Kurasa dia sangat merindukanmu. Dia merupakan anjing yang aktif. Sebentar lagi, staff ku akan membawanya ke sini”
“Dingo?? Seekor anjing??” Chorong bertanya di dalam hati. Dia terdiam seperti mengingat sesuatu.
“Guukk!! Gukkk!!” Seekor anjing tampak berlari ke arah Suho.
“Aigoo, Dingo’ah. Mianhae karena meninggalkanmu terlalu lama” Suho langsung berlutut sambil memeluk dan mengelus anjing yang terus menerus menjilatinya
“Maldwandae… Dingo’ah….” Chorong berbicara dalam hati dan sangat terkejut melihat penampilan Dingo yang mirip sekali dengan yang muncul di dalam mimpinya (baca chapter 33:unsure)
Chorong teringat mimpinya yang bertemu seekor anjing yang duduk di samping seseorang yang melihat Chorong dengan meneteskan air matanya…
“A-apa orang yang disampingnya itu dia??? Ta-tapi kenapa dia menangis???” Chorong masih berbicara dalam hati dan melihat Suho
Dingo yang juga menyadari kehadiran Chorong, langsung menempelkan kepalanya di kaki Chorong. Chorong tampak tersadar dari lamunannya saat mendengar Dingo menggonggong padanya..
“Eo-eoh?? A-annyeong…..” Chorong langsung mengelus Dingo
“Kau mungkin tidak mengingatnya, tapi dia dekat sekali denganmu bahkan saat kalian pertama bertemu” Suho menjelaskan
“Ji-jinjjayeo??” Chorong masih mengelus-elus anjing jantan yang bertubuh besar itu
“Gomawo sudah merawat Dingo sampai saat ini” Suho berbicara pada Sarang
“Aniya, Suho’ssi. Dingo sudah seperti keluarga bagi kami…”
“Gomawo. Kalau begitu, kami pamit pulang”
“Nde, hati-hati di jalan, Suho’ssi, Park Chorong’ssi..”
Dingo terlihat sangat senang bertemu Suho. Beberapa kali dia menggonggong keras di dalam mobil, dan sesekali juga memunculkan kepalanya di pundak Suho..
“Waeyo?? Apa kau sedang memikirkan sesuatu??” Suho melihat Chorong yang sedaritadi hanya terdiam
“A-aniya…”
“Dingo’ah, berhentilah menggaruk jendela..” Suho melihat Dingo yang di kursi belakang dari spion
Mendengar ucapan Suho, Dingo langsung duduk sambil menjulurkan lidahnya.
“Waahhh dia penurut sekali. Apa dia sudah lama tinggal denganmu??” Chorong tampak penasaran
“Dia sudah bersamaku sejak usia 10 tahun. Dia menjadi sahabat terbaikku di rumah. Tapi semenjak ikut menjalankan perusahaan dengan Harabeoji, Dingo sering ku titipkan di tempat tadi karena aku sering tidak di rumah”
“Jeongmalyeo??” Chorong sedikit terkejut mendengar cerita Suho
“Eoh.. Aku merasa sangat menyesal meninggalkannya terlalu lama di tempat lain dan tidak banyak menghabiskan waktu dengannya” Suho melihat Dingo dari spionnya
“Kurasa kalian berdua merasa kesepian” Chorong berbicara pelan sambil mengingat saat Suho mengigau menyebut Ayahnya
“Eoh?? Apa kau mengatakan sesuatu??”
“A-aniya..”
“Apa kau lapar??”
Mendengar pertanyaan Suho, Dingo langsung menggonggong..
“Aishhh aku bertanya pada Chorong”
Chorong hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah Dingo..
Mobil Suho berhenti di depan sebuah restoran..
“Apa Dingo boleh masuk ke dalam??”
“Eoh.. Salah satu karyawan di perusahaanku yang mempunyai tempat ini. Dan aku pernah kesini sebelumnya bersama Dingo.”
Chorong hanya bisa mengangguk tanda mengerti
Saat Suho dan Chorong duduk di tempat, Dingo langsung menuju bawah meja untuk melahap daging yang di sediakan pihak restoran..
“Senang sekali kau bisa kembali makan di sini, Suho’ssi” Seorang karyawan menyapa Suho
“Nde..” Suho sibuk membaca menu di tangannya
“Kau pasti Park Chorong, senang bertemu denganmu. Namaku Jonghyun”
“N-nde..” Chorong sedikit membungkukkan badannya
“Apa ingatanmu sudah pulih??”
“N-nde??” Chorong sedikit terkejut dengan pertanyaan dari karyawan tersebut
“Aku dengar kau kehilangan ingatanmu, apa itu benar??”
“N-nde…..”
“Waaahh kau beruntung sekali masih bisa hidup sampai saat ini walaupun kau harus kehilangan ingatan”
Chorong hanya bisa terdiam..
“Bukankah akan memakan waktu lama untuk mengembalikan ingatanmu itu, Chorong’ssi??”
‘Brakk!!’ Suho membanting buku menu ke lantai sampai membuat Dingo keluar dari meja dan berlari kesana kemari..
“Apa kau sudah selesai bicara, Jonghyun’ssi?? Gaya bicaramu seperti ini sangat menggangguku.” Suho berdiri dari duduknya
Chorong terkejut melihat tatapan Suho yang tampak kesal kepada karyawan restoran itu.
Beberapa pengunjung tampak sedikit berbisik melihat kejadian itu.. Dingo yang sudah tenang dengan sendirinya langsung duduk di samping Chorong
“Jangan membuat keributan di tempat seperti, Kim Suho’ssi” Seorang wanita berjalan menghampiri
Chorong langsung berdiri dari duduknya dan membungkukkan badannya.
“A-annyeonghaseyo…” Ucap Chorong pelan
“Kalian sudah pernah bertemu rupanya” Ucap Suho dalam hati sambil memperhatikan Chorong
“Aku kira kau akan membuang anjing dari Ayahmu ini” Ibu Suho melihat ke arah Dingo yang masih duduk di samping Chorong
-------------------------------------------------To Be Continued----------------------------------------