Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
How It Works?
Dreamland
>
Fan Fiction
PAGE OF DAYS"
Posted by KaptenJe | Jumat,01 September 2017 at 17:28
3
9895
Status
:
Ongoing
Cast
:
Sehun ,Kai (EXO) ,Seulgi (Red Velvet), Wonwoo, Minho, Kang Haneul, Jimin, Yunhyeong, Junior, Irene
PAGE OF DAYS"

CHAPTER 40 : PART FORTY

Untuk pertama kalinya , kali ini mereka bertengkar serius seakan saling membenarkan ego masing-masing. Tanpa mereka sadari jika mereka berdualah yang akan sakit pada akhirnya

“lalu apa yang kau lakukan?”

“apa kau bersamaku hanya karena mengasihani ku hah?”

“kau kasihan melihat masa laluku yang membuatku seperti ini ?!”

Sehun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh seulgi, dia merasa bingung dan sedikit khawatir karena sepertinya seulgi mendengar perbincangan dia bersama jennie siang tadi

“benar bukan?”

“kau bersamaku hanya rasa kasihanmu itu ?”

“lalu untuk apa selama ini kau terus bersikap baik padaku!!” bentaknya keras

“apa itu hal yang menyenangkan bagimu?” seulgi merasa benar-benar kesal saat ini

“aku tidak tau aku masih menyukainya atau tidak,aku tidak mengerti jika perasaanku juga akan sakit melihatmu bersama wanita lain! bukankah ini lucu? aku mencoba melupakan masa lalulu dan membuka hati untukmu .namun rasanya sulit !”

“aku terus meyakinkan diriku sendiri jika kau memang terbaik untukku! tapi apa nyatanya?!kau hanya mengasihaniku saja, begitu?”

Seulgi terus mengeluarkan amarahnya dan membuat pembicaraan seolah memojokkan pada sehun yang sama sekali tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh kekasihnya ini

Sehun menatapnya dalam . tatapan penuh kehangatan dan juga rasa kecewa yang begitu besar ,dia tidak pernah berpikir jika seulgi akan bersikap seperti ini padanya

“apa kau berpiki seperti itu ?” ucapnya penuh nada kekecewaan

“jadi yang aku lakukan selama ini bagimu tak ada artinya ?”

“jika aku hanya mengasihanimu , untuk apa aku bertahan sampai sekarang? apa untuk mempermainkanmu , begitu?”

“aku diam untuk membuatmu lebih nyaman dan bisa menerimaku saat itu, tapi kau bilang semua yang aku lakukan hanya karna rasa kasihan ?”

Hening . suasana tak terduga membuat keduanya menjadi salah paham

"jadi ini pendapatmu tentang diriku” 

“keurae ..”

“kau memang benar”

“kau tidak akan pernah bisa membuka hatimu untukku”

Seulgi menolehnya dan menahan segala apa yang dia rasakan

“jika itu yang kau anggap benar”

“maka lakukanlah sesukamu”

-deg-

Seulgi terdiam. entah perasaannya semakin sakit mendengar sehun berkata seperti itu.

Dan sehun pergi tanpa berkata apapun lagi , dia begitu kecewa mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh kang seulgi.

Gadis yang dia cintai benar-benar tidak bisa memahaminya, bahkan untuk waktu selama ini dia masih belum bisa menerima bahkan mengerti perasaan sehun

Seulgi terus terdiam dalam tangis, dia benar-benar lelah untuk berpikir .

----

Waktu terus berjalan. Disetiap tempat dan disetiap waktu akan ada hal-hal yang berbeda baik itu hal baik atau bahkan hal buruk yang sama sekali datang tak terduga

semuanya seakan membuka halaman baru yang entah apa halaman itu akan terbuka begitu mudah atau sulit untuk dibuka . begitulah semua orang menjalankan hidupnya .

 

Coffee Shop, Seongbuk-dong

terlihat suasana sore menjelang malam ini sangatlah ramai di tempat yang tepat untuk jadi tempat tongkrongan para gadis bersama teman-temannya . bagaimana tidak, adanya kehadiran pria dingin yang satu ini berhasil mengundang banyak gadis kota untuk berkunjung kesini . banyak dari mereka memesan coffee bahkan untuk kesekian kalinya hanya karna ingin melihat lebih lama pria ini disana. membuat para gadis terus memuji ketampanannya

“aaaaaah hatiku benar-benar berdetak kencang.. wajahnya sangat dingin tapi benar benar itu yang membuatku jatuh hati padanya”

“lihatlah caranya saat menyajikan coffee. begitu sangat professional . aaaaah aku sulit bernapas!!”

Para gadis terus saja bergumam karena pria ini, dan tentu membuat salah satu pria yang ada disampingnya merasa risih dan terkalahkan

Setiap gadis terus memperhatikan Jimin sedangkan yunhyeong hanya bersikap ramah karena dia sadar tengah berada di zona yang berbahaya

“aaaissh menyebalkan ..”

Tiba-tiba sungjae turun dari tangga dan menghampiri mereka berdua di bar bawah

“heol daebak! lihatlah mereka ..”

“tatapan matanya terus mengarah ke tempat ini, woah hyung kau memang penuh kharisma !” ucap santai sungjae sambil menunjukan jempol pada jimin yang sedang mengambil waktu luang untuk meneguk segelas soda

“diamlah! kembali bekerja sana!” tegas yunhyeong kesal

“kau bilang dia hanya terkenal di pulau saja, tapi lihatlah dia bahkan lebih terkenal dihari debutnya sekarang”

“debut apa maksudmu!”

“inikan hari pertamanya bekerja bersama kita hyung” tambahnya

“tapi dia bukan pegawai disini jadi bersikaplah biasa saja!”

Jimin meneguk soda dan tiba-tiba menyodorkan kaleng bekas itu pada yunhyeong

“buanglah!” ucapnya datar

“yaish! buang sendiri ! inikan sampah mu!”

Jimin meliriknya tajam

“apa ingin aku bongkar bagaimana reaksimu menonton si dokkaebi ?” ancam jimin yang sontak membuat yunhyeong ketakutan

“yaish baiklah-baiklah!”

“bahkan drama itu sudah berakhir !kau masih saja mengancamku!” ucapnya menahan amarah yang seakan ingin dia luapkan segera

Sungjae menatapnya bingung .

“hyungnim , apa dia juga suka dokkaebi ?” tanyanya polos

Jimin mengehela napas, dia merasa jika renkarnasi yunhyeong ada dalam diri sungjae

“haaaah..”

“dia bukan penggemar dokkaebi lagi sekarang”

“dia penggemar baru si habaek” bisik jimin yang seakan mengadu betapa kecanduannya yunhyeong pada setiap drama korea yang bertemakan fantasy

Sungaje membuka matanya lebar . dia tidak menyangka yunhyeong penggemar drama juga

“heol daebak ! bahkan drama itu baru mulai minggu ini ,bagaimana kau tau dewa air hyungnim?” tanyanya lagi polos seakan dia berpikir jika jimin juga penggemar berat drama korea fantasy

“aaaisssh. pabo . sudahlah pergi keatas dan bekerja sana!”

Sungjae pun mengikuti perintah jimin ,dia berjalan seakan banyak pertanyaan yang dia pikirkan dalam benaknya

Tak lama yunhyeong kembali . dan memberitahu jimin jika sebentar lagi coffee shop akan tutup . karena mereka buka lebih awal maka dia pikir harus tutup lebih awal juga

“kita harus bersiap untuk tutup. sebentar lagi malam .palliwa!”

Jimin menarik kainnya dan yunhyeong pun terpaksa kembali

“tutup? bahkan ini belum jam 8 malam”

“lagipula ini libur pekan jadi pasti akan banyak pengunjung yang datang”

“yak! kau membuka toko ini sejak pagi apa kita ini robot yang tidak butuh istirahat!”

Jimin menatapnya kesal

“andwae! aku bilang kita tutup jam 8 malam!”

“bagaimana kau akan menghasilakan banyak uang jika bermalas malasan seperti ini ha!”

“yaish ! ini bukan coffee shop milikku ! untuk apa aku memikirkan keuntungan!”

“tetap saja kau bekerja disini ! bahkan dia sedang merawat dirinya dan kau tidak perduli sama sekali”

“ya! kau tau keadaan kim jongin ?” tanyanya heran

“apa kau pikir orang pertama yang haneul beritahu adalah dirimu?” ejeknya halus

“aisssh selalu saja aku yang terakhir!”

“ah masabodo. aku akan segera menutupnya!”

“woaaah kau benar-benar tidak berubah sama sekali . terus saja memikirkan dirimu sendiri !”  jimin menjitak kepala yunhyeong dan membuatnya merintih kesakitan

“aw !”

“permisi ..”

Suara seorang gadispun membuyarkan amarah mereka

“ah nde, mau pesan apa ?”

Sedikit terkejut melihat siapa yang datang kali ini . jimin dan yunhyeong terdiam sejenak seakan mereka tidak merasa nyaman melihat gadis ini

“oh Irene ?”

Yap. tepat dihadapan mereka saat ini ada Irene , kekasih dari kim jongin ini terlihat sedikit cemas membuat jimin dan yunhyeong ikut serba salah harus bagaimana

“oh ada apa kau kemari ?” tanya yunhyeong

“aaah. aku hanya ingin berkunjung. Em apa kim jongin memberi kabar padamu?” tanyanya gugup

Yunhyeong langsung mengingat permintaan haneul saat itu ,jika dia tidak boleh memberitahu siapapun terutama Irene.

“aaaah ya. dia bilang akan mengurus beberapa pekerjaan diluar kota. Aku tidak tau untuk berapa harinya” jawanya gugup

Irene mencoba untuk percaya kali ini ,diapun tersenyum hangat pada mereka

“aah keureguna . ah ya, kau bekerja disini juga ?” tanyanya pada jimin

“aku hanya membantu untuk beberapa hari” ketusnya

“hm seperti itu . apa haneul sunbaenim juga ada di seoul?” tanyanya lagi

“eung, dia disini untuk mengurus pekerjaan yang dia tunda”

“ah baiklah kalau begitu. hari ini sangat ramai .kalian pasti lelah jadi ambillah waktu untuk istirahat” ucapnya ramah

“tentu. kita juga akan tutup setelah ini”

Jimin menjitaknya lagi

“aiissh!”

“annieo. kami akan tutup setelah jam 8 malam dan kami akan istirahat jika sudah mendapat uang yang banyak” ucap jimin meyakinkan sambil menatap dingin yunhyeong yang terus saja cemberut disampingnya

Irene tertawa kecil menanggapi tingkah mereka, sedangkan disisi lain di atas dekat tangga terlihat sosok jinyoung yang melihat Irene dari kejauhan

Ekspresi wajahnya sangat berbeda dari sikapnya yang asli, dia terlihat sedih saat melihat sahabatnya itu

Ya , semenjak kejadian minggu lalu di restoran haneul di pulau Jeju membuatnya terlihat bodoh karena tingkahnya yang gegabah membuat hubungan Irene dan jongin diketahui oleh seulgi .

Ini membuatnya merasa bersalah. Jika saja saat itu dia lebih berhati-hati mungkin perasaan kedua sahabatnya tidak akan tersakiti satu sama lain.

Dan sebenarnya jinyong sudah tau keadaan kim jongin saat ini yang ada dirumah sakit. sebelumnya saat haneul datang dan berbicara di atap bersama yunhyeong tanpa diketahui mereka jinyong menguping dan tau segalanya

Dia merasa kasihan pada sahabatnya . terlebih pada irene karena banyak hal yang tidak dia ketahui , pada seulgi yang terus berusaha melupakan masa lalunya yang seharusnya tidak dia lupakan.

Tapi jinyong tidak bisa berbuat apa-apa ,dia tidak ingin membuatnya semakin rumit jadi dia pikir akan lebih baik jika dia diam saja

“baiklah kalau begitu, aku pergi dulu” ucap Irene yang akhirnya pergi dari sana dan kembali menuruni anak tangga diluar sambil berpikir jika ada sesuatu hal yang tidak benar saat ini

Tak lama dia mengambil poselnya dalam tas lalu menghubungi seseorang

“yeobseo ?”

“kang seulgi ? eodinya?”

“ah annieo. tapi bisakah kita bertemu? aku ingin makan malam denganmu, kita bertemu ditempat biasa oke?”

“hm .. baiklah aku akan segera kesana” tutupnya

sepertinya Irene ingin lebih banyak berbincang dengan kang seulgi, diapun berencana untuk makan malam dengannya ditempat biasa mereka makan.

Diapun segera masuk kedalam mobil untuk pergi menemui kang seulgi

Didalam sana suasana sudah mulai tak seramai seperti sore tadi, sungaje turun kebawah untuk membereskan meja . tak lama jinyong turun dan menghampiri yunhyeong di bar

“ya! apa tadi Irene datang?” ucapnya ketus seakan dia berpura-pura tidak tau

“eung ..” gumam yunhyeong yang tengah asik memainkan ponselnya

“kenapa tidak memberitau ku ! kau kan bisa memanggilku keatas”

Yunhyeong kesal diapun menatap dingin jinyong

“ya! apa urusanmu jika dia datang!”

“hey dia itu sahabatku! bisa saja dia kesini mencariku”

“aiissh bocah ini . diam dan bereskan segera bar diatas!”

Kali ini jinyong benar-benar kesal karena sikap yunhyeong yang selalu saja seperti ini padanya

“jangan banyak bertingkah! apa kau lupa apa yang sudah kau lakukan pada kedua sahabatmu di restoran haneul ha! aissh ..”

Jinyong terdiam. lagi-lagi dia merasa bersalah jika terus memikirkan hal itu

“hyung ! apa kita akan segera tutup?” tanya sungaje yang tiba-tiba menghampiri mereka tanpa tau apa yang tengah terjadi

“annieo. kita tutup jam 8 malam” jawab cepat si kepala batu

“jinjja ?! aaaah aku akan telat menonton habaek” desah sungjae penuh kegelisahan

Yunhyeong tiba-tiba melirik kearahnya. Dan jimin menyadari hal itu

“aiissh em em em..”

“lihatlah para pecinta si habaek ini. mengeluh karena tidak menonton daripada bekerja keras untuk mencari uang” ucap ketus jimin yang sontak membuat yunhyeong dan sungaje langsung bereaksi bersamaan

“hari ini episode serunya !” ucap mereka bersamaan

Dan merekapun saling menoleh karena malu

“haaaah..  dokkaebi pergi. malah muncul si habaek” desah jimin yang langsung pergi meninggalkan mereka

Sungjae dan yunhyeong hanya mengeluh dengan memasang wajah jeleknya

Jinyoung yang mendengar semuanya merasa geli. Si cowok keren ini hanya menyukai film bergenre barat dan sama sekali berbeda dengan mereka berdua

“aiigoo… kenapa aku harus disini sih” gumamnya dan pergi juga meninggalkan mereka

--- 

Pukul 7 malam .

BaekNyeon Samgetang Restaurant, Hongdae

Langit gelap sudah terlihat dikota seoul . orang-orang ramai berburu makan malam sekarang, restoran yang ada didaerah hongdae ini terlihat penuh dikunjungi banyak orang. Tempatnya yang cukup nyaman dan juga makanan samgetang yang cukup terkenal disini menjadi tempat favorite warga seoul .

Tak lama mobil yang terparkir turun seorang gadis cantik yang mengenakan pakaian santainya sambil memasuki tempat yang sudah dia pesan sebelumnya. dia mengambil kursi dan duduk menghadap jendela sambil melihat indahnya malam disini .

Menunggu seseorang yang datang , entah perasaannya aneh apa yang dia rasakan. bersahabat sejak kecil bahkan sudah seperti keluarga baginya, tapi rasanya aneh setelah hampir 6 tahun tak bertemu satu sama lain membuat mereka sedikit gugup jika bertemu.

Bukan karena hal yang seperti itu , namun karena posisi mereka ada di zona yang terbilang sulit dijangkau. Kehadiran seulgi kembali ke seoul akan banyak membawa perubahan pada dirinya maupun kim jongin . yang sudah bersamanya hampir 3 tahun lamanya.

Terlebih setelah menjadi seorang pengacara membuat Irene sibuk dan hampir tidak bisa menyempatkan waktu untuk bisa bersama kim jongin dan hal itu akan sulit untuk bisa mengontrolnya.

Setelah minuman dan juga samgetang tiba , tak lama seorang gadis mengenakan kemeja biru dan celana levis ini masuk kedalam dengan raut wajah yang tak begitu baik

Irene merasa cemas karena wajahnya sedikit pucat.

“seulgi`yaa..”

“gwaencanayo ?”

Seulgi terdiam , dia duduk dibangkunya dan menatap Irene dengan tatapan yang berbeda seakan banyak hal yang ingin sekali dia sampaikan

Seulgi mengagguk kecil dan mencoba untuk tersenyum didepannya. Diapun meneguk segelas air yang ada dimeja

“haaaah.. kau memesan banyak malam ini” ucapnya datar sambil mengambil potongan daging dan menaruhnya di bara api ditengah meja

Irene terus memperhatikan sikap seulgi yang sedkit aneh ini

“makanlah, kau pasti belum makan bukan?”

“eeem.. terimakasih untuk makan malamnya” seulgi fokus untuk memanggang daging sambil sesekali memasukan sayuran kedalam mulutnya

Irenepun makan bersama dengan perlahan sambil terus memperhatikan seulgi

“Irene ..” desah seulgi pelan

“em wae ?”

Seulgi menatap Irene begitu hangat namun rasanya dia lebih merasa bersalah dengan sahabatnya ini

“annieo . aku hanya ingin memanggilmu saja” ucapnya sambil tersenyum dan memakan lagi daging yang sudah siap itu

“kenapa denganmu hari ini ? apa terjadi sesuatu dengan pekerjaanmu?”

Seulgi terdiam, lalu dia melanjutkan lagi mengunyah daging yang ada dimulutnya

“annieo. aku hanya lelah saja banyak yang harus aku pikirkan” sanggahnya

Namun Irene terus memperhatikan seulgi dan ia menyadari jika ada luka di leher seulgi membuatnya langsung cemas

“ada apa dengan lehermu? Apa itu luka serius?” tanyanya khawatir sambil memegang dagu seulgi dan mengangkatnya sedikit ke atas

“ah annieo. ini hanya , em aku teledor saja”

“teledor bagaimana ?”

“saat mengupas buah dengan pisau aku tidak sengaja melukai area leher” ucapnya sedikit gugup

Irene pikir itu bukan hal yang masuk akal

“jangan berbohong. jujurlah apa terjadi sesuatu yang buruk padamu?”

Seulgi menatap Irene ,dia menahan segalanya untuk tidak mengatakan apapun

“sudahku bilang ini hanya luka kecil, tidak usah khawatir”

“lalu kenapa wajahmu sembab? kau menangis?” tanyanya lagi

Kali ini seulgi tak bisa mengelaknya, dia terdiam dan meneguk segelas air lagi

“apa kau bertengkar dengan sehun ?”

Irene terus bertanya dan seulgi tetap diam, dia tidak bisa bercerita segalanya seperti dulu, andai Irene tau jika masalah ini berkaitan dengan kim jongin. mungkin saja dia tidak akan menerimanya

“ceritalah, masalah apa sampai kau menangis seperti ini hm?”

“itu ..”

“itu hanya masalah kecil saja” jawabnya

“berhentilah bertanya.kita habiskan saja makanannya”

Tidak ingin membuat Irene tidak nyaman, seulgi terus makan seakan dia sangat lapar namun nyatanya sama sekali tidak ada selera yang dia dapat untuk makan malam. menghargai perasaan sahabatnya diapun rela berbohong untuk dirinya sendiri

“kenapa kau mengajakku makan malam ?” ucap seulgi tiba-tiba

“annieo. aku hanya ingin bertemu denganmu dan memastikan jika kau baik-baik saja”

Seulgi menatapnya dengan penuh rasa bersalah. Irene benar-benar sahabat dan kakak yang baik untuknya. Tapi kenapa harus Irene yang punya hubungan dengan kim jongin. karenanya membuat perasaan seulgi merasa terus bersalah terlebih setelah dia tau bagaimana jongin bersikap dingin kepadanya

Dia benar-benar terlihat bodoh didepan Irene

“kenapa kau diam saja ?”

Seulgi tersentak dan minum lagi air yang dia tuangkan.

“aku harus pulang sekarang, ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan” ucapnya sambil bersiap-siap untuk segera pergi

Irene bangun dari duduknya dan merasa jika pertemuannya seakan sangat kaku seperti bertemu dengan orang asing baginya

“gomawo..”

“aku akan menraktirmu lain waktu hm”

Seulgi tersenyum hangat , dia menghamipi Irene dan memeluknya erat lalu melepasnya dan pergi terlebih dulu

“aku pergi ..”

“eung,  hati –hati ..”

Pertemuan yang singkat membuat keduanya terlihat asing satu sama lain ,terlebih karena seulgi sudah tau jika irene kekasih kim jongin . dan betapa hancur hatinya harus berpura-pura jika dia baik-baik saja . bahkan untuk waktu yang sangat lama

Malam membawanya kembali kesuasana jalan kota seoul . tubuhnya sedang menyetir namun jiwanya terasa entah dimana.

Pikirannya benar-benar berat . kata-kata sehun yang terakhir kali membuatnya bingung dan juga sedih

Entah kenapa, dia harus percaya atau tidak pada pria yang sudah setia selama ini padanya ,atau haruskah dia mulai jujur untuk mengulang kembali segalanya ?

Ini tak henti dia pikirkan ..

 

Rs.Hangkuk Sungjin.

 

“apa kau melihat dokter oh ?” ucap salah seorang suster yang menghamipi bagian adiministrasi

“ah, setelah bertugas hari ini dia langsung pulang. baru saja dia pergi”

“memangnya kenapa suster?” tanyanya

“ah annieo. hanya saja ada barang yang dia tinggalkan saat aku ke ruangannya”

“apa itu ?” ucapnya penasaran

Sebagaian suster di rumah sakit ini sangatlah memuji kepandaian dokter oh, bagaimana tidak. seorang dokter muda dengan wajah yang tampan dan juga berbakat dalam bidang kedokteran membuat para wanita akan sangat menyukainya.

Terlebih setelah kabar jika dirinya akan segera naik jabatan membuat semua wanita semakin mengaguminya

Suster ini melihat keadaan disekelilingnya dan berbisik ke suster lain jika barang yang tertinggal ini adalah sesuatu yang sangat berharga

“ini sebuah cincin ..” bisik suster yang sontak membuat suster lain kaget melihatnya

“woaaah cantiknya. Apa ini cincin yang ada diruangan dokter oh?”

“keureom! aku menemukannya tergeletak dibawah dan saat membuka kotak ini ternyata cincin”

“woaah jangan-jangan dia akan melamar kekasihnya! aaah sayang sekali ..”

“hm mungkin , tapi dia tidak pernah menunjukan siapa wanitanya bukan?aku jadi tidak yakin jika dia punya kekasih”

Seorang wanita tinggi tiba-tiba datang menghampiri mereka dan merebut kotak kecil yang ada ditangan suster itu dengan kasar. Tak disengaja Jennie mendengar pembicaraan mereka dan langsung bereaksi

“apa yang kalian lakukan dengan ini !” bentaknya tegas membuat para suster merasa sedkit takut melihat keberadaan si anak pemilik rumah sakit tepat ada dihadapan mereka

Suster pun hanya bisa menunduk dan meminta maaf

“apa hak kalian untuk mengetahui barang barang dokter disini ? sangat lancang!”

“chusonghamnida kwajangnim ..”

“jaga sikap kalian ! ini bukan area menggosip jadi bubarlah sekarang juga !!” bentaknya dengan keras membuat para suster itu pergi dari tempatnya secara terburu-buru

Jennie merasa geram ,bukan karena mereka. tapi karna benda yang ada ditangannya ini . dia menahan amarahnya karena dia pikir sehun akan berubah pikiran setelah kedatangannya kembali kesini . namun nyatanya tidak . dia malah berniat untuk memberikan cincin ini pada seulgi , wanita yang tidak dia sukai.

--- 

Malam terus berjalan, lampu-lampu kota malam terlihat begitu indah . namun suasana ini benar-benar tidak cocok dengan pria tampan yang tengah mengendarai mobilnya dengan penuh perasaan resah dan kekecewaan.

Dia menaruh satu tangannya di stir dan menaruh tangan kirinya dikepala, seakan banyak hal yang sedang dia pikirkan . langit malam yang indah rasanya tidak dia hiraukan bahkan untuk mengendarai dengan keadaannya saat ini benar-benar tidaklah baik baginya

Sesekali dia menghela napas dan mengerutkan keningnya, menggigit bibir bawahnya dan menggertakan giginya .

Rasanya ini tidaklah benar ,perasaannya sangat sakit untuk terus teringat kata-kata yang seulgi katakan .

Apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan ? mencintai seseorang yang sulit untuk mencintainya . dia hanya ingin ada disampingnya, menjaganya dan membuatnya bahagia melupakan segala kenangan buruknya dimasa lalu.

Tapi semuanya disalah artikan, dia benar-benar penuh amarah dan sesekali menyetir mobil dengan penuh kecepatan dan memukul keras stir lalu memukul kepalanya sendiri ke stir yang tengah dia pegangi untuk melampiaskan rasa marahnya.

Jalan yang dia ambil semakin sepi , memasuki area perumahan mewah. Dia terus mendengar kata-kata seulgi yang begitu menyakitkan perasaannya,

Pikirannya kacau , benar-benar kacau  ..

Hatinya sakit, dan itu benar-benar sakit ..

 

-bruuuukkk!!-

 


Tags:
Komentar
RECENT FAN FICTION
“KANG MAS” YEOJA
Posted Rabu,16 Juni 2021 at 09:31
Posted Senin,20 April 2020 at 22:58
Posted Sabtu,20 Juli 2019 at 23:42
Posted Sabtu,20 Juli 2019 at 13:08
Posted Sabtu,20 Juli 2019 at 13:07
Posted Sabtu,20 Juli 2019 at 13:07
Posted Sabtu,20 Juli 2019 at 13:06
Posted Sabtu,20 Juli 2019 at 13:06
FAVOURITE TAG
ARCHIVES