Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Berita
>
Article

Tanggapan Keluarga Soekarno Soal Puisi Sukmawati yang Viral Bandingkan Azan dan Kidung

03 April 2018 23:33 | 2481 hits

DREAMERS.ID - Gelaran runway busana 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018 akhir pekan lalu berbuntut panjang lantaran ada pembacaan puisi Sukmawati Sorkarnoputri yang dianggap kontroversial.

Dalam isi puisi tersebut, Sukmawati menyinggung kidung lebih merdu dari azan serta sari konde yang lebih cantik dari cadar. Hal ini menuai protes keras dari berbagai kalangan yang menganggap Sukmawati memercik kembali api Ahok Jilid II.

“Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azan mu” begitu salah satu kutipan puisi Sukmawati.

Menanggapi hal tersebut, dari pihak keluarga, yaitu kakak sulung Sukmawati, Guntur Soekarnoputra mengatakan puisi tersebut tidaklah mewakili pandangan keluarga atau pun ideologi Bung Karno sang Presiden Pertama yang notabene adalah ayah mereka.

"Itu pendapat pribadi Sukmawati, tidak ada urusannya dengan pandangan dan sikap keluarga," kata Guntur yang merupakan anak pertama Sukarno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/4) mengutip CNN. 

Baca juga: 7 Kutipan BTS Paling Menginspirasi Saat Pidato di Markas Besar PBB

"Saya juga yakin puisi Sukma tersebut tidak mewakili sikap keimanannya sebagai seorang muslimah, dan saya ingin Sukma segera meluruskannya," kata Guntur.

Menurutnya, sejak kecil Bung Karno dan sang istri, Fatmawati telah menanamkan pendidikan syariat islam kepada anak-anaknya. "Kami diajarkan syariat Islam dan Bung Karno pun menjalankan semua rukun Islam termasuk menunaikan ibadah haji" katanya.

Sukmawati sendiri telah berkomentar soal puisinya itu dengan mengatakan tidak ada maksud penistaan agama. Ia hanya mengarang kisah dan merangkainya menjadi kata-kata puisi sesuai yang terjadi pada Bumi Indonesia serta tidak bermaksud menyinggung SARA.

Namun ia telah resmi dilaporkan ke polisi oleh dua orang hingga berita ini ditulis. Yang pertama oleh Denny Andrian Kusdayat yang berprofesi sebagai oengacara. Serta Ketua DPP Hanura Amron Asyhari secara personal.

(rei)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio