
DREAMERS.ID - Hwang Jung Eum kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa ia masih mengelola agensi pribadi satu orang tanpa mendaftarkannya sebagai perusahaan manajemen seni pertunjukan, padahal agensi tersebut pernah terlibat dalam kasus penggelapan dana sebesar 4,3 miliar won yang membuatnya dijatuhi hukuman penjara dengan masa percobaan.
Di tengah isu ini, mantan agensinya, Y1 Entertainment, segera mengeluarkan pernyataan resmi bahwa kontrak eksklusif telah berakhir. Pada 8 Januari, agensi tersebut merilis siaran pers yang menyatakan, "Perusahaan kami telah memberitahukan pemutusan kontrak eksklusif kepada aktris Hwang Jung Eum pada 27 November 2025, dan pemberitahuan tersebut diterima sehingga kontrak eksklusif antara kedua belah pihak telah berakhir."
Selanjutnya, mereka menambahkan, "Oleh karena itu, perusahaan kami dengan tegas menyatakan tidak memiliki keterlibatan maupun tanggung jawab apa pun terhadap seluruh aktivitas Hwang Jung Eum saat ini maupun ke depan, termasuk masalah pribadi dan berbagai isu terkait. Kami juga tidak akan mengeluarkan pernyataan tambahan atau respons apa pun terkait kasus ini di masa mendatang."
Pada siang hari ini, muncul laporan bahwa agensi pribadi satu orang milik Hwang Jung Eum yang sebelumnya tersangkut kasus penggelapan dana sekitar 4,3 miliar won masih dioperasikan tanpa registrasi resmi. Menanggapi banyaknya pertanyaan yang masuk, Y1 Entertainment langsung mengumumkan pemutusan kontrak untuk menjaga jarak dari kontroversi tersebut.
Menurut Undang-Undang Pengembangan Industri Seni Budaya Populer yang berlaku saat ini, perusahaan yang mengelola pendapatan dari aktivitas hiburan atau menjalankan fungsi kontrak penampilan serta manajemen wajib terdaftar sebagai perusahaan perencanaan seni budaya populer.
Sebelumnya, banyak penyanyi dan aktor yang mendirikan agensi pribadi satu orang di luar agensi utama menjadi polemik karena tidak mendaftar. Penyanyi Ok Joo Hyun, Sung Si Kyung, serta aktris Lee Ha Nee dan Yoo Ah In akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi dan menyelesaikan registrasi meski terlambat, namun Hwang Jung Eum diduga belum melakukannya.
Terlebih lagi, agensi pribadi tersebut pernah digunakan Hwang Jung Eum untuk menarik dana perusahaan sebesar 4,34 miliar won dengan dalih uang sementara selama sekitar satu tahun sejak 2022, dan sebagian besar (sekitar 4,2 miliar won) digunakan untuk investasi mata uang kripto serta pembayaran kartu pribadi.
Ia kemudian diproses hukum dan dijatuhi hukuman penjara 2 tahun dengan masa percobaan 4 tahun pada tahun lalu. Meski demikian, dugaan pengoperasian agensi pribadi tanpa registrasi kembali memicu kontroversi. Pihak Hwang Jung Eum belum memberikan tanggapan apa pun terkait isu ini.
(fzh)
