Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Berita
>
Article

Media Korea Utara Soroti Serial D.P Saat Pemerintahnya Larang Nonton Konten Korsel

12 September 2021 12:00 | 775 hits

DREAMERS.ID - Korea Utara selama ini sangat anti dengan konten hiburan dari Korea Selatan bahkan mengibaratkannya sebagai penyakit kanker bagi anak muda. Namun belakangan ini, perhatian mereka teralihkan kepada serial D.P.

Serial Netflix D.P atau Deserter Pursuit yang dibintangi oleh Jung Hae In, Goo Kyo Hwan, hingga Kim Sung Kyun, ini mengisahkan tentang pengejaran tentara wajib militer yang kabur dari markas dengan berbagai latar belakang masalah.

Drama tersebut menjadi sorotan warga Korea Selatan sendiri, karena dianggap menggambarkan realita sebenarnya dari balik dinding markas militer di negaranya. Hal itu tampaknya dimanfaatkan oleh Korut untuk memberikan imej negatif tentara Korsel.

Menurut SBS News, salah satu media Korea Utara  menyoroti apa yang ditayangkan dalam serial D.P dan diduga mengeluarkan pemberitaan berupa, "[D.P] saat ini sedang mengumpulkan popularitas besar-besaran di antara khalayak global..."

"Acara ini menceritakan kisah mereka yang pergi mengejar rekan-rekan tentara, orang-orang yang terpaksa meninggalkan pos mereka sebagai hasil dari kekerasan dan kekejaman yang tak tertahankan dan tidak manusiawi."

"Ini secara terang-terangan mengungkap ketidakdisiplinan, kekerasan, dan korupsi politik yang telah mengacaukan angkatan bersenjata Selatan selama beberapa dekade."

Outlet media tersebut kemudian diduga melanjutkan, "Pertunjukan itu dengan jelas menunjukkan bahwa para prajurit ini tidak dapat bertahan dari kekerasan dan kekejaman tanpa melarikan diri dari pos mereka, mengungkap gaya hidup neraka dari mereka yang dipaksa untuk bertugas di tentara Selatan...."

"Ceritanya menggambarkan peristiwa kehidupan nyata yang mengejutkan secara rinci dan saat ini mendapatkan simpati dari banyak pemirsa di seluruh dunia."

Sementara itu, pada Desember 2020, Korea Utara memperkuat sensor "konten asing" dari Korea Selatan, serta memperketat denda dan hukuman penjara bagi siapa pun yang kedapatan mengonsumsi konten asing atau meniru budaya mereka.

(mth)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio