Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Berita
>
Article

Cina Larang Pria 'Banci' dan Terapkan Sejumlah Aturan Baru, Berdampak ke K-Pop?

06 September 2021 12:45 | 774 hits

DREAMERS.ID - Belakangan ini Cina seperti sedang "meluruskan" industri hiburan dari pengaruh luar. Karena itu, Cina meluncurkan peraturan baru untuk menciptakan industri yang menurut mereka lebih sehat agar mengendalikan penyimpangan di sektor ini.

Dilansir dari laman China Daily (3/9), Administrasi Radio, Film dan Televisi Nasional Cina meminta penyiar negara itu untuk menolak 'fandom culture' yang tidak pantas dan hiburan yang berlebihan, menurut surat edaran yang diterbitkan di situs web regulator.

Menurut regulator, estetika abnormal seperti pria 'sassy' atau pria 'banci' harus ditolak dan bayaran selangit untuk bintang dan artis yang secara moral korup harus dilarang. Mereka yang melanggar hukum atau melanggar ketertiban umum dan moral tidak diizinkan tampil dalam program hiburan.

Lalu apakah ini berdampak ke industri hiburan Korea? Sebagaimana dilansir dari Korea Times, Administrasi Cyberspace Cina mengeluarkan pemberitahuan pada 27 Agustus yang mengatakan akan menerapkan 10 langkah untuk memperbaiki budaya penggemar.

Termasuk penghapusan peringkat penghibur dan penghentian sistem pemungutan suara berbayar di acara TV hiburan. Tepat setelah pemberitahuan diumumkan, layanan streaming musik Tencent, QQ Music, membatasi pelanggan untuk membeli lebih dari satu salinan album secara online.

Cina sendiri menjadi negara dengan pasar penggemar K-Pop terbesar, di mana penggemarnya disebut sebagai fans sultan karena bisa membeli album maupun merchandise dalam jumlah banyak. Belum lagi memanjakan idolanya dengan hadiah-hadiah mewah dalam setiap kesempatan khususnya ulang tahun.

Total ekspor album K-pop ke Cina pada Juli 2021 melonjak 3,6 kali setahun menjadi 26 juta USD (sekitar Rp 370 miliar). Penjualan yang datang dari Cina mencapai 8,25 juta USD (sekitar Rp 117 triliun) yang merupakan jumlah terbesar yang pernah ada.

Pihak berwenang Cina mengatakan peraturan melarang pria berpenampilan kemayu bertujuan untuk menghilangkan penghibur tidak bermoral yang melakukan kegiatan ilegal. Dan stasiun televisi akan memilih aktor dan penyanyi berdasarkan pengetahuan politik, perilaku moral, dan penilaian sosial mereka.

Sehari setelah pengumuman aturan baru dari Administrasi Radio, Film dan Televisi Nasional Cina, harga saham dari tiga agensi besar K-Pop dilaporkan turun. Harga saham YG, SM dan JYP Entertainment masing-masing memperlihatkan penurunan sebesar 2,54 persen, 1,94 persen dan 1,57 persen.

(rzlth)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio