Dreamland
>
Berita
>
Article

Sempatkan Salat, Presiden Jokowi Sebut Masjid Tertua di Beijing Simbol Islam Toleran

14 Mei 2017 23:00 | 1893 hits

DREAMERS.ID - Di sela-sela kunjungannya ke Beijing, Tiongkok untuk mengahadiri acara pembukaan Belt and Road Forum di China National Convention Center, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri untuk singgah di Masjid Niujie pada Minggu (14/5).

Mengenakan setelan jas berwarna hitam dan peci hitam, Presiden Jokowi tiba sekitar pukul 11.00 WIB waktu setempat dan langsung disambut oleh Imam Masjid Niujie, Ali Yang Gunjun serta Ketua Asosiasi Islam Cina, Yang Fa Ming.

Setelah disambut dan mengambil wudhu, Jokowi kemudian menunaikan salat Tahiyyatul Masjid diikuti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo beserta rombongan. Terlihat juga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan tokoh Islam Zuhairi Misrawi mendampingi presiden.

Dalam kunjungan ke masjid tertua di Tiongkok ini, Jokowi juga menyerahkan kaligrafi surat Al-Fatihah khas Mushaf Nusantara. Selain itu Presiden juga menyerahkan kopiah, dan sarung untuk mengenalkan tradisi dan kekhasan Islam Indonesia. Sementara Jokowi diberikan cinderamata berupa tulisan kaligrafi di kertas gulungan.

Baca juga: Resmi, Menhan Prabowo Sandang Bintang 4 Di Pundaknya

Jokowi menyatakan apresiasinya atas pelayanan yang diberikan pada umat muslim Indonesia yang berada di Beijing. "Saya mengucapkan terima kasih karena umat muslim Indonesia dilayani sangat baik," kata Jokowi dalam pertemuan dengan Ali dan Yang Fa Ming di ruang pertemuan masjid.

Jokowi juga mengagumi kemegahan dan keindahan Masjid Niujie. "Simbol kehadiran Islam sebagai agama yang ramah, toleran, dan damai," ujar dia. Masjid ini dibangun pada 966 M di masa Dinasti Liao (916-1125) dan merupakan pusat komunitas Muslim di Beijing yang jumlahnya mencapai 250 ribu jiwa.

Selama berada di lingkungan Masjid Niujie, Presiden Jokowi juga berziarah ke makam dua ulama yang berperan penting dalam dakwah Islam di Beijing, yaitu Syaikh Ali bin al-Qadir Imaduddin Bukhari dan Syaikh al-Burthoni al-Qazwayni. Kedua ulama ini meninggal pada tahun 1280-an.

(fzh/Tribunnews/Tempo)

Komentar
RECENT ARTICLE
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio