Dreamland
>
Lifestyle
>
Article

Sempat Tak Penuhi Standar FIFA, Rumput JIS Serap Anggaran Rp 6 Miliar

12 November 2023 17:36 | 320 hits

DREAMERS.ID - Rumput Jakarta International Stadium (JIS) menjadi pembicaraan setelah sebelumnya dikabarkan telan biaya hingga Rp 6 Miliar untuk penggantiannya. Hal ini sempat disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bulan Juli lalu.

Namun melansir Detik, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, meminta pengkritik untuk lihat langsung, jangan dari televisi. Terutama yang mempertanyakan kualitas penggantian rumput yang menelan anggaran miliaran tersebut.

"Tentu lapangannya bagus, kalau lapangan dan rumput tidak bagus, mana mungkin dong mereka (Inggris) bisa sampai 10-0. Terkadang saya juga bingung, dibandingkan, ini zaman dulu ini sekarang begini. Terkadang orang tidak melihat, rumput itu bukan sekadar soal penampakan di TV, apalagi bisa saja TV-nya pas itu saturasi warnanya memang terlihat hijau banget, yang di bawah tidak," kata Arya.

"Makanya lihat langsung lapangan dan sampe hari ini belum ada keluhan mengenai rumput JIS dari timnas-timnas, harus diingat juga, JIS itu dipakai paling banyak selama Piala Dunia, jadi match-nya paling banyak main di JIS. Kenapa? Itu rekomendasi FIFA, kenapa rekomendasi dari FIFA? Karena rumputnya memang tahan untuk bermain, kita asumsikan seperti itu," sambungnya.

Di samping itu, Leonardo Lopez yang adalah pelatih Kaledonia Baru sempat memuji kualitas rumput JIS. Bahkan tim Kaledonia Baru dikatakan telah merasakan semua fasilitas di JIS.

"Tidak (buruk). Itu sudah sangat bagus bagi kami. Jika ada lapangan di Kaledonia seperti itu setiap pekan tentu akan sangat baik untuk kami," kata Lopez selepas laga.

Kritikan tentang rumput ini menjadi sorotan lantaran kedapatan sebagian warnanya hijau terang sementara sisi lainnya berwarna hijau lebih gelap. Rumput JIS sebelumnya memang disebut perlu diganti karena tidak memenuhi standar FIFA untuk digunakan di Piala Dunia U-17.

"Mulai rumput butuh Rp 6 miliar 1 lapangan dari PU (PUPR), (anggaran) JPO ke Ancol dari PU, kereta api dari DKI, ramp dari Jasa Marga, ada stasiun sementara dari KAI, stasiun sementara lagi dibangun sama Dirut," kata Menteri Basuki pada 4 Juli lalu.

"Belum saya hitung, yang saya tahu baru rumput tadi saya tanya Pak Qamal (Chairman Karya Rama Prima (KaerPe) Qamal Mustaqim) sekitar Rp 6 miliar," jelas Basuki.

(rei)

Komentar
RECENT ARTICLE
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio