CHAPTER 49 : The Return Of Happiness (2)
AT NIGHT
Satu per satu anak mulai berkumpul di salah satu meja untuk makan malam. Kembalinya Taehyung, mengembalikan lagi seluruh stok makanan mereka yang sempat basi selama Taehyung menghilang. "Annyeong..." sapa Baekhyun yang baru saja pulih setelah beristirahat selama beberapa jam lamanya. Ia segera menempati kursinya di samping Myungeun.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Myungeun.
"Sudah lebih baik...hehe..gomawo" jawab Baekhyun.
"Annyeong..." sosok Junior pun muncul tak lama setelah Baekhyun. Ia masih terlihat asing di tengah anak-anak lainnya yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu. Junior pun menempati kursi yang biasa ditempati Suho.
"Whoah...agak terasa sedikit aneh...biasanya Suho selalu duduk di kursi itu dan menggerutu...kkk" ujar Baekhyun.
"Mianhaeyo...kalian pasti merindukannya" ujar Junior tak enak hati.
"Aniyo hyung! Apa yang kau lakukan sudah tepat!. Kursi itu terasa lebih cocok denganmu dibandingkan Suho hyung" sambar Taehyung.
"Yah! Jaga bicaramu!. Asal kau tahu, Joonmyeon juga mengkhawatirkanmu ketika kau menghilang" tegur Jaehee.
"Ne..mianhae..." gumam Taehyung merasa bersalah.
"A-Annyeong..." kali ini sosok Kyungsoo muncul. Semua mata terarah padanya.
"Yah..bagaimana keadaanmu?" tanya Baekhyun. "Anjwo" gumam Baekhyun sambil menepuk-nepuk spot kosong di sampingnya.
"Begitulah.." jawab Kyungsoo singkat. Ia melirik sejenak ke arah Jaehee yang duduk di antara Taehyung dan Siyou, sebelum ia menempati sebuah kursi di samping Baekhyun.
"Selamat makan!!" seru Taehyung bersemangat. Ia hendak mengambil makanannya namun....TAPPP!, tangan Jaehee menahannya. "Mwohae?!" seru Taehyung.
"Ingat kau tak boleh makan berlebihan...kita harus memberi jatah makanan untuk Jungkook" tegur Jaehee.
"Ah...arasseo" jawab Taehyung. Ia hendak mengambil salah satu lauk namun tangan lain juga bergerak ke arah yang sama dengannya dan...TAP!, bukannya menggenggam lauk yang diincarnya, Taehyung justru menggenggam tangan tersebut. DEG!, Jantungnya mendadak berdegup kencang. Ia kemudian melirik ke sisi kirinya. Dilihatnya, Siyou juga tengah melirik ke arahnya dengan ekspresi yang sama terkejutnya dengannya. Mereka berdua terdiam selama beberapa saat hingga......
"EHEM!" Jaehee yang duduk di antara Taehyung dan Siyou berdehem ketika melihat hal tersebut. Taehyung dan Siyou refleks melepaskan tangan mereka ketika mendengar Jaehee berdehem. Keduanya terlihat salah tingkah.
"Kkkkk Kwiyeowo" Baekhyun terkekeh melihat tingkah kedua maknae tersebut. "Ya Jaehee-ah...kau seharusnya jangan duduk di sana" ledek Baekhyun.
"Lalu aku harus duduk di mana? di atas meja?" Tanya Jaehee datar.
"Biasanya juga kau selalu duduk di dekat Kyungsoo…Ya..apa kalian bertengkar?" Tanya Baekhyun.
"Musun soriya? Gurae…aku akan segera pergi…lagipula aku juga sudah selesai..aku akan mengantarkan makanan-makanan ini untuk Jungkook" ujar Jaehee sambil meletakkan beberapa mangkuk kecil berisi makanan di atas sebuah nampan. Ia lalu menoleh ke arah Junior, "Junior-ssi, apa keadaan Jungkook sudah membaik?" Tanya Jaehee.
"Luka-luka di tubuhnya sudah pulih…tapi…ia belum sadar hingga saat ini. Sepertinya ia butuh waktu lama untuk kembali pulih karena ia terlalu memaksakan diri menggunakan kekuatannya hingga kekuatan itu balik menyerang dirinya" ujar Junior.
"Ah….begitu rupanya…lalu bagaimana aku bisa memberinya makan kalau ia belum sadar seperti ini? Kasihan anak itu…" gumam Jaehee sedih.
"Um…sebaiknya kita simpan dan kumpulkan saja dulu jatah makanan untuk Jungkook. Agar ketika ia sadar nanti, ia bisa segera memakan sebanyak yang ia mau. Lagipula, Taehyung sudah kembali…makanan-makanan itu tidak akan basi" usul Myungeun.
"Ah…maja…gurae…aku akan menyimpannya untuk Jungkookie" ujar Jaehee hendak pergi dari kursinya namun tiba-tiba….TAPPP!, Taehyung memegangi lengan Jaehee. "Mwo?" Tanya Jaehee.
"B-Biar aku saja yang mengerjakannya" usul Taehyung. Rona merah masih terlihat jelas di wajahnya.
"Neo wae irae? Shireo!. Sudah makan saja sana" gerutu Jaehee sambil menepis tangan Taehyung lalu bergegas pergi.
"YAYAYA MOON JAEHEE!" seru Taehyung sambil sesekali melirik kearah Siyou yang duduk di sisi kiri dirinya. Ia bergegas pergi menyusul Jaehee, namun tak lama kemudian, ia kembali sambil memunguti beberapa makanan yang ada di atas meja. "Aku masih lapar heheh" gumamnya terkekeh, lalu kembali menyusul Jaehee.
"Anak itu semakin aneh saja semenjak kekuatannya aktif" gumam Baekhyun. Baekhyun memerhatikan Yaeji yang sejak pulang tadi tak henti memandang sosok junior, ia beberapa kali menepis pandangan namun tak lama kemudian kembali seperti itu. Anehnya hal serupa juga oleh Junior sendiri, ia nampak sadar dengan perhatian Yaeji yang tersita untuknya. Ia memandang Yaeji saat Yaeji tidak memandangnya, begitu sebaliknya. "Uhum.." Baekhyun berdehem sembari menyenggol Yaeji dengan sengaja. Yaeji nampak tersadar dari lamunannya dan memandang Baekhyun seolah bertanya mengapa "Aku tidak lihat Yoonjae hyung setelah pulang tadi, apa ia baik-baik saja?"
"E.. Eum.. Ah!" Yaeji tersadar akan sesuatu "Aku juga belum melihatnya lagi, a.. Aku akan mencarinya dulu" Seru Yaeji terburu-buru. Sebelum benar-benar pergi, Yaeji dan Junior tersenyum canggung satu sama lain.
Baekhyuh menggaruk kepala semakin bingung "Kalian saling mengenal?" Tanya Baekhyun akhirnya, karena ia sudah terlalu penasaran.
Junior hanya tersenyum tenang. Ia bangkit dari kursi dan lantas pergi.
Baekhyun mencolek Siyou, mungkin Siyou byang bisa membaca hati dan pikiran namja itu jawabannya, tapi.. Siyou justru menggeleng "Isanghae Oppa, aku tidak bisa membaca apapun dari junior Oppa sejak awal ia datang sampai sekarang" jawab Siyou.
***
Malam telah kembali datang dan sebagian anak sudah terlelap tidur. "Kkeut!" gumam Jaehee setelah selesai menempelkan plester di dahi Kyungsoo yang terluka. "Ppali ja" sambungnya bergegas untuk segera tidur.
"Chakkaman" gumam Kyungsoo.
"Mwo?" tanya Jaehee.
Namja itu terlihat sedikit ragu. “Kau…tak adakah yang mau kau bicarakan denganku?”, Tanya Kyungsoo ragu-ragu.
Jaehee menghela nafas. “Tentu saja ada…dan banyak sekali yang ingin kutanyakan karena terlalu banyak hingga aku tak tahu aku harus memulainya darimana”, ujar Jaehee.
"Mianhae..." gumam Kyungsoo tertunduk. "Atas segala hal yang selama ini ku sembunyikan darimu", sambungnya.
"Dariku? Hanya dariku saja? lalu bagaimana dengan Taehyung? Apa itu berarti bahwa Taehyung sudah mengetahui semuanya tentangmu?" tanya Jaehee yang disambut anggukan pelan dari Kyungsoo.
“Woah…jincha…kalian berdua”, gerutu Jaehee.
"Ia mengenaliku di hari pertama ia datang kemari", gumam Kyungsoo.
** FLASHBACK**
"Kakak dan adik sama saja", gerutu Kyungsoo ketika melihat pertengkaran Jaehee dengan Taehyung yang baru saja datang. Ia tak mau ambil pusing dan bergegas pergi menjauh dari yang lainnya menuju pantry untuk segera memasak untuk yang lainnya. Hingga tak lama kemudian, terdengar langkah kaki bergerak menuju pantry. Kyungsoo tetap memfokuskan diri pada apa yang dilakukanya dan tak mempedulikan siapa yang baru saja menyusulnya ke pantry.
"Mianhaeyo aku sempat memanggilmu ahjussi", ujar suara itu.
Kyungsoo mengenali siapa pemilik suara itu. "Psh...sudahlah....itu bukan hal penting untuk dibahas", ujar Kyungsoo datar.
"Kkk...yeokshi...kau tak berubah sama sekali", ujar namja itu lagi.
Treekk...Kyungsoo yang tengah memotong sayuran menghentikan aktivitasnya setelah mendengar hal itu. Ia menoleh dan mendapati Taehyung tengah terduduk santai di belakangnya. "Apa maksudmu?"
"Psh...mwoya! Ya Dyo hyung, Nan Taehyungida! Kau lupa padaku?", tanya Taehyung.
"M-Musun soriya?", tanya Kyungsoo mendadak gugup dan kembali berbalik membelakangi Taehyung.
Taehyung melangkah mendekati Kyungsoo dan memperhatikannya dengan seksama. "Chakkaman....kau sedang tidak mencoba menyembunyikan identitasmu dariku kan?", tanya Taehyung menyelidik.
Kyungsoo tak menanggapi ucapan Taehyung sama sekali. "OMO! MAJAYO! Aish...jincha ige hyung-ah...menyerahlah...aku tak sebodoh itu. Aku masih bisa mengingat dirimu dengan sangat baik", Taehyung menyebutkan secara rinci apa yang membuatnya yakin bahwa Kyungsoo adalah sahabat kecilnya dulu. Ia menyebutkan beberapa ciri khas Kyungsoo seperti letak tahi lalat dan kebiasaan-kebiasaannya. "Majayo? kkk! Ingatanku ini kuat sekali hyung...jangan meremehkanku", ujar Taehyung bangga. "Dan....", sambungnya sambil tersenyum penuh arti. Matanya menatap ke arah leher Kyungsoo. TAPPP!, Ia memegangi kedua pundak Kyungsoo dan membaliknya agar namja itu menghadap ke arahnya.
"YA! YA! IGE MWOYA?!", berontak Kyungsoo tapi Taehyung mengabaikannya. Ia menarik sesuatu dari dalam kerah baju yang dipakai Kyungsoo dan menemukan kalung berbandul hati berwarna hitam dan putih sama seperti apa yang biasa di pakai Jaehee. Kalung itu adalah kalung yang diberikan Taehyung beberapa tahun yang lalu.
"BINGO!", seru Taehyung riang. “Kau masih menyimpannya! Kkk! Ah…dahaengida”, seru Taehyung senang. "Chakkamanyo! Apa ini sebabnya Jaehee tak mengenalimu? Karena kau menyembunyikan kalung ini di balik bajumu?!", ujar Taehyung.
"Bikyeo", gerutu Kyungsoo sambil menepis tangan Taehyung dan memasukkan kalung itu kembali ke dalam kerah bajunya. Kyungsoo hanya menghela nafas mendengar ucapan Taehyung. "Kumohon jangan beritahu Jaehee tentang hal ini", gumamnya.
"Mworagoyo? Waeyo?", seru Taehyung. "Tapi Jaehee noona....sudah lama mencarimu hyung...", gumam Taehyung sedih.
"Mianhae...aku hanya ingin ia mengetahui semuanya dengan sendirinya...jebal", gumam Kyungsoo. "Dan aku tak ingin ia berada dalam bahaya karena diriku"
"Tapi kita memang sudah berada dalam bahaya dengan berada di sini hyung", ujar Taehyung serius.
"Jebal...", gumam Kyungsoo.
Taehyung menghela nafas. "Arasseo...jika itu memang maumu", ucap Taehyung patuh. Memang sejak dulu, namja itu selalu mematuhi ucapan Kyungsoo karena sejak dulu ia ingin sekali memiliki seorang saudara laki-laki dan ia selalu menganggap bahwa Kyungsoo adalah kakak laki-lakinya. Maka dari itu ia selalu menuruti perkataan namja itu melebihi Jaehee yang merupakan kakak kandungnya sendiri.
** END OF FLASHBACK**
Jaehee menghela nafas berat. "Jadi hanya aku yang tak tahu apa-apa?" gumamnya mencoba mengendalikan emosinya. "Taehyung dan ingatan kuatnya yang menyebalkan itu", gerutu Jaehee pelan. Kini ia sadar mengapa adiknya itu terus memaksanya untuk mencari keberadaan kakak laki-lakinya yang hilang meskipun mereka berada di tempat antah-berantah seperti ini, karena ia tahu bahwa namja itu berada di dekatnya selama ini.
"Mianhae..." gumam Kyungsoo lagi. "Ini semua salahku...aku yang memintanya untuk tak memberitahumu.
"Sudahlah...aku sedang tak berminat membahas hal itu" ujar Jaehee mencoba tak peduli. "Anggap saja aku tak tahu apapun bahkan sampai saat ini. Aku lelah dan ingin segera beristirahat...jalja" ujar Jaehee datar dan hendak bergegas tidur namun lagi-lagi Kyungsoo menahannya. "Mwohae?! Ya! kalau kau belum mau tidur, begadang saja sendiri jangan ganggu-" TAPPP!. Kyungsoo menutup mulut Jaehee dengan telapak tangannya dan menyuruh gadis itu diam. Matanya menatap lurus pada satu titik. "Mwo?" Tanya Jaehee bingung melihat sikap Kyungsoo.
"Igo.." gumamnya sambil memberi isyarat agar Jaehee menoleh ke samping kanannya, di mana Taehyung tertidur.
Jaehee mengikuti arah pandang Kyungsoo, lalu mendapati Taehyung yang tengah terlihat gelisah. Anak itu terbaring namun tubuhnya bergerak ke kiri dan kanan. "Ada apa dengannya?" gumam Jaehee melemparkan tatapan bingung pada Kyungsoo.
"Molla…kenapa tak coba dibangunkan saja? Mungkin saja ia sedang bermimpi buruk" usul Kyungsoo.
Tangan Jaehee bergerak hendak menyentuh dan membangunkan Taehyung, namun…SREEEETT! Taehyung terbangun lebih dulu, seperti mummy yang bangkit dari peti matinya. "Aaaakk!", teriak Jaehee terkejut. Ia refleks memeluk Kyungsoo. "Aish! Bikyeo!", Ia lalu mendorong pelan namja itu ketika ia menyadari aksinya tersebut.
"Siapa yang melakukannya lebih dulu?", gumam Kyungsoo datar yang kemudian disambut tatapan listrik dari Jaehee.
"Ah..kalian belum tidur rupanya! Ddaengida!" gumam Taehyung. "Yah…Jaehee-ah…Kyungsoo hyung.." panggilnya gelisah.
"Neo wae irae? Sikapmu aneh sekali sih belakangan ini?" Tanya Jaehee.
"Nan molla! Ini semua karena Siyou!" bisiknya.
"Siyou? Kenapa kau jadi menyalahkan Siyou?" Tanya Jaehee.
"Anak itu terus saja mencoba merangsek masuk dalam pikiranku!. Aku tak bisa tidur karena selalu terbayang-bayang anak itu!. Aish…ottokhae?" gumamnya frustasi. Ia lalu melirik kearah Kyungsoo yang sedari tadi diam mendengarkan pembicaraan Jaehee dan dirinya. "Hyung! Bukankah waktu itu kau bilang, kau juga berdebar setiap kali ada di dekat Siyou? Apa ia juga memenuhi pikiranmu seperti apa yang terjadi padaku?" Tanya Taehyung bertubi-tubi.
"Ne? eung…s-soal itu.." gumam Kyungsoo sambil melirik kearah Jaehee.
"Ya..katakan yang sebenarnya" desak Jaehee.
Kyungsoo menghela nafas mendengar ucapan Jaehee, lalu ia menggeleng pelan. "Ani…" jawab Kyungsoo singkat. "Apa yang kukatakan saat itu tidak benar-benar terjadi Taehyung-ah…aku tak merasakan apapun pada Siyou" ujar Kyungsoo.
"Mworago?! J-Jadi..semua itu bohong? Kau tidak berdebar setiap kali Siyou ada di dekatmu?" Tanya Taehyung terkejut.
Kyungsoo menggeleng.
"Ia juga tak memenuhi isi kepalamu?"
Kyungsoo menggeleng lagi.
"AISH GEUMANHAE!" seru Jaehee menengahi pembicaraan tiada akhir ini. "Ya Moon Taehyung, kau ini sedang jatuh cinta!. Neo paboya?!" seru Jaehee yang mulai tak sabar karena sikap polos Taehyung. "Neo do!, seharusnya sejak awal kau memberitahunya bahwa anak ini memang menyukai Siyou" sambung Jaehee memarahi Kyungsoo.
"Mianhae…" jawab Kyungsoo.
"Mworago? Aku menyukai Siyou? Solma…aku tahu perasaanku sendiri" jawab Taehyung.
"Jincha? Coba sekarang beritahu aku bagaimana rasanya menyukai seseorang?" tantang Jaehee yang seketika membuat Taehyung terdiam. Jaehee tahu benar, Taehyung tak mampu menjawabnya karena memang ia belum pernah menyukai seorang gadis. Selama ini ia tak pernah dekat dengan gadis lain selain dirinya dan ibunya. Hidupnya hanya dihabiskan dengan bermain game dan membaca komik saja.
"Ya Moon Jaehee..apa tak ada pertanyaan lain?" gerutu Taehyung. "Aish tapi aku tak mungkin menyukai Siyou!" gerutu Taehyung sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Aish molla! Urus saja urusanmu sendiri! Terserah kalau kau tak mau percaya padaku. Sudahlah…aku lelah…Jalja" gerutu Jaehee bergegas berbaring di kasurnya lalu menutup seluruh tubuhnya hingga wajahnya dengan selimut.
"Hyung…ottokhae?" rengek Taehyung.
"Apa yang dikatakan Jaehee itu benar…kau menyukai Siyou" ujar Kyungsoo tenang.
"Aish kau pasti membela Jaehee karena kau menyukainya!" gerutu Taehyung.
"Aniyo!" potong Kyungsoo cepat. "Itu masalah perasaanmu sendiri dan tidak ada hubungannya denganku dan Jaehee!. Yah…kau ini namja…tak ada yang salah jika kau menyukai seorang yeoja. Lagipula Siyou anak yang baik..kau tak perlu panic seperti itu. Sudahlah aku mau tidur" ujar Kyungsoo menyusul Jaehee berbaring di kasurnya sendiri.
"Aish mereka tak bisa diharapkan sekali!" gerutu Taehyung. Namun, ia terdiam memikirkan kata-kata Jaehee. "Apa iya?" gumamnya sambil memegangi dadanya sendiri. "Ah molla!" gerutunya tak lama kemudian, lalu ia mulai berbaring di kasurnya namun matanya tak juga bisa terpejam. Ia teringat berbagai macam hal yang pernah dilakukannya bersama Siyou dan Jungkook. Ia juga mengingat rasa berdebar setiap kali gadis itu menatap atau tersenyum padanya juga sesak yang dirasakannya setiap kali melihat Siyou berbicara dengan Jungkook ataupun Suho. Taehyung menghela nafas panjang. Ia pun memiringkan posisi tubuhnya menghadap kearah Jaehee. "Jaehee…" rengeknya sambil menarik-narik selimut Jaehee.
"Hnggh…mwo? Geumanhae….nan juryeo" keluh Jaehee.
"Arasseo arasseo…aku akan mendengarkan perkataanmu…tapi bantu aku…" rengek Taehyung.
Jaehee membuka selimutnya lalu menoleh menatap Taehyung. "Membantu apa?" Tanya Jaehee.
"Aku harus bagaimana terhadap Siyou?" gumam Taehyung.
"Ya tentu saja kau harus membuatnya menyukaimu kembali" jawab Jaehee enteng.
"Ottae?" Tanya Taehyung.
Jaehee menaikkan sebelah alisnya, lalu tersenyum penuh arti. "Aku punya ide!. Chakkaman!" seru Jaehee yang tiba-tiba bergegas bangun dari kasurnya, lalu berlari ke suatu tempat.
Kyungsoo yang baru akan tertidur, terkejut melihat Jaehee yang tiba-tiba berlari pergi. Ia kemudian menoleh kearah Taehyung yang juga tak mengerti dengan apa yang akan dilakukan Jaehee. "Eung....noonamu mau kemana?" tanya Kyungsoo ketika melihat kasur Jaehee yang kosong.
"Molla...mungkin dia mau wisata ke New York" ujar Taehyung asal. Tak lama kemudian, sosok yang dibicarakan datang dengan membawa beberapa barang. Ia kemudian duduk di atas kasurnya dan meletakkan barang-barang tersebut di atas kasurnya. Terdapat sebotol krim malam dan headband yang biasa digunakan wanita untuk menahan rambut mereka ketika bermake-up. "Ige mwoya?" Tanya Taehyung tak mengerti.
"Shikkeuro…Ya Taehyung-ah, ireona" perintah Jaehee.
"Mwo? Kau mau apa?" Tanya Taehyung.
"Ireona ppali!" perintah Jaehee sambil menarik Taehyung agar terbangun dari kasurnya. Mereka kini duduk berhadapan.
Jaehee kemudian memakaikan headband yang yang dibawanya pada Taehyung. "YAYAYAYA CHAKKAMAN!" seru Taehyung sambil memasang pertahanan. "Ige mwoya?!" tanya Taehyung panik.
"Eish shikkeuro! Aku hanya ingin memakaikan krim malam ini ke wajahmu" ujar Jaehee.
"Shireoyo!! memangnya aku ini perempuan?!" protesnya.
"Eyy...anak ini....memangnya hanya perempuan saja yang boleh memakainya?" jawab Jaehee. "Ya liat mukamu itu kucel sekali seperti pengemis aigoo.....ya, kau ini ingin Siyou tertarik padamu atau tidak? Bagaimana ia bisa tertarik padamu jika wajahmu kusam begitu?" bisik Jaehee
"T-Tapi...ah shireoo....memangnya mencuci muka saja tidak cukup?" protes Taehyung lagi.
"Sudahlah...ini hanya krim malam dan ini tidak akan merubah wajahmu menjadi cantik.." gerutu Jaehee.
"T-Tapi..." protes Taehyung.
Jaehee segera memakaikan headband itu pada Taehyung sebelum anak itu melancarkan protes lagi padanya.
"Kyungsoo hyung....tolong aku...hikssseeeuu" rengek Taehyung pada Kyungsoo yang sedari tadi takjub memperhatikan mereka.
"Molla...aku tidak ikut campur" gumam Kyungsoo merubah posisi tidurnya membelakangi mereka. Namun ia menoleh lagi karena penasaran akan apa yang terjadi.
Jaehee bersiap mengoleskan krim malam pada wajah Taehyung, namun lagi anak itu memasang pertahanan. "Chakkaman! Bagaimana nanti kalau wajahku jadi panas dan berjerawat?" tanya Taehyung panik.
"Aniyaaa....diamlah dan serahkan semua padaku" ujar Jaehee sambil menepis tangan Taehyung dan mulai mengoleskan krim malam pada wajah adiknya itu.
"Ommaaaaa......hwaaaa" rengeknya. "Aku bersumpah akan kuadukan perbuatanmu pada omma" gumamnya kesal.
"Adukan saja...omma pasti akan mendukungku" ujar Jaehee tak peduli. Ia selesai mengoleskan krim malam pada wajah Taehyung lalu tak lama kemudian...PAK!,
"Aarrgh! Aphaaa!" jerit Taehyung setelah Jaehee menepuk wajahnya. "YA IGE MWOYA?!" seru Taehyung kesal.
"Ini agar kulitmu menjadi kencang..." PAK! PAAAKK!, Jaehee terus saja menepuk pipi kiri, kanan dan yang terakhir, Kening Taehyung.
"YA MOON JAEHEE!" PAAAKKK!, satu tepakan lagi diterima Taehyung di keningnya.
"Yang terakhir itu karena kau tidak memanggilku dengan benar" ujar Jaehee cuek. "Tidurlah...sudah selesai" ujar Jaehee pada Taehyung yang masih mengelus-elus pipinya yang memerah karena pukulan Jaehee.
"Ommaa...." rengek Taehyung.
"Jangan manja dan cepatlah tidur" jawab Jaehee. Taehyung pun menurut dan ia bergegas tidur tak lama kemudian. Jaehee berpura-pura tertidur selama beberapa menit seperti tengah menunggu sesuatu. Beberapa menit kemudian, ia membuka selimutnya dan mendapati Taehyung sudah tertidur pulas, dengan headband yang masih terpasang di kepalanya. Jaehee menjalankan rencana keduanya. Ia mengeluarkan sebotol masker yang disembunyikannya sedari tadi.sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Ya...kau belum selesai menyiksanya?" tanya Kyungsoo yang rupanya belum tertidur. Jaehee menoleh ke arahnya,
"Eum...ini yang terakhir" ujarnya sambil tersenyum lebar. Ia kemudian segera mengoleskan masker tersebut pada wajah Taehyung dengan hati-hati agar ia tidak terbangun.
"Kau ini.....berhentilah menjahili adikmu" gumam Kyungsoo pada Jaehee yang sedang berkonsentrasi mengoleskan masker pada wajah adiknya tersebut. "Shikkeuro....ia juga sering menjahiliku….jangan sampai aku mengoleskan masker ini di wajahmu juga saat kau tertidur" ancam Jaehee.
"Heol.....aku benar-benar tak mengerti dengan kalian" gumam Kyungsoo sambil berbalik memunggungi Jaehee dan menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Selesai" ujar Jaehee sambil tersenyum puas. Ia kemudian, mengambil ponselnya lalu memotret wajah Taehyung yang kini sudah tertutup masker. "Pffttth…aduh perutku sakit" gumamnya sambil menutup mulutnya berusaha menahan tawa setelah melihat hasil jepretan gambar di ponselnya.
***
NEXT DAY
Junior memasuki Third Eye. Sebuah buku bersayap terbang membimbingnya ke sebuah rak dimana terdapat sesuatu yang sedang dipikirkannya. Junior terdiam di sana. Di hadapannya sebuah kotak berwarna turquoise mengeluarkan sinar kecil dalam kondisi masih tersegel. Junior menjentikkan jarinya, seketika gembok kotak itu terbuka. Ia duduk di sebuah kursi lalu membuka satu persatu isi kotak ditangannya.
"Oraemanidda"
DEG! Junior mendengar suara seseorang di dekatnya. Ia menggerakkan sedikit kepalanya tanpa menatap langsung ke arah sumber suara. Rupanya sejak awal Yoonjae telah berada ditempat yang sama. Ia duduk di dekat sebuah rak besar sehingga Junior tidak menyadari keberadaan Yoonjae. "Jadi Taekwoon yang menyembunyikan mu selama ini. Kau.. Seharusnya menunjukkan diri di hadapan ku lebih cepat, setidaknya rasa bersalah ku akan sedikit berkurang" lanjut Yoonjae.
"Kau sudah bertemu Yaeji?" Tanya Yoonjae mengajak Junior bicara sekali lagi karena ia belum juga mendapat jawaban. "Kurasa ia pasti juga mengenali mu"
Hening.. Hanya keheningan yang tercipta setelah pertanyaan yang dilontarkan Yoonjae. Junior tidak mengucapkan sepatah katapun. Ia menghela nafanya, mengarahkan pandangannya lurus ke depan.
"Jeon Yaeji, Jung Taekwoon dan kau.. Kalian bertiga sungguh tidak ada bedanya. Berapa banyak hal lagi yang masih kalian sembunyikan sebenarnya?", Yoonjae beranjak, ia memposisikan dirinya disamping Junior.
"Berkaca dulu pada diri mu sendiri" Jawab Junior pada akhirnya menanggapi. Mereka bicara tanpa saling menatap. "Dimana letak perbedaan mu dengan kami? Bahkan semua ucapan mu terdengar klise dan sulit dimengerti orang lain. Jalan pikiran mu sendiri lebih rumit dibandingkan mahluk bumi pada umumnya"
"Kalau tidak seperti itu aku tidak akan terlibat ditengah-tengah kalian" Jawab Yoonjae ringan. Diambilnya beberapa lembar berkas pada kotak ditangan Junior. "Sudah ribuan kali aku membaca apa yang Taekwoon tinggalkan ini dan ribuan kali pula kupikir mungkin lebih baik jika aku mati lebih cepat setiap kali mengingatnya", nada bicara Yoonjae semakin pelan dan berat seiring dengan sesak pada dadanya. "Aku.. Tidak tahu bagaimana harus menjelaskan masalah ini pada anak lainnya. Dosa ku terlalu besar pada mereka semua. Aku bahkan sudah berdosa pada mereka sebelum mereka semua mengenal ku." Yoonjae mengehela nafasnya.
"Kau bukan Tuhan, jadi berhentilah memojokkan dirimu sendiri dari sesuatu yang kau sendiri tidak pernah tahu akan terjadi", ujar Junior. "Terus seperti itu hanya akan membebani orang-orang disekitar mu.. Mereka yang menyayangi mu. Mereka yang mengenal mu.. dan takdir mu dimasa depan"
"Jadi masih ada rahasia lain?"
Junior dan Yoonjae menoleh, mereka mendapati Yoojin memasuki ruangan tempat mereka berada. Yoojin menyentuh keningnya, memberikan pijatan kecil karena ia terlalu pusing "Aish.. Mengapa aku harus hidup disekitar mahluk-mahluk seperti kalian" eluhnya "Kalian berdua.. Jadi kalian saling mengenal?"
"Kiyogi ana? Yoojin-a kau sungguh tidak melihat wajah anak yang.." Yoonjae hendak menjawab pertanyaan Yoojin, namun Junior lebih dulu memutus. Ia mengambil berkas milik Taekwoon dari tangan Yoonjae.
"Tidak akan ada lagi rahasia mulai hari ini" Serunya. "Noona.. Pastikan semua sarapan pagi bersama, setelah itu aku akan menjelaskan pada mereka" Seru Junior. Yoojin memicing, ia sudah terlalu penasaran, ia mencoba membaca memory Junior.. Tapi sekali lagi, sama seperti apa yang dialami Siyou, ia juga tidak bisa membaca apapun dari anak itu.
***
Taehyung terbangun dari tidurnya lebih dulu dibandingkan yang lainnya. Ia merasakan wajahnya agak sedikit kaku. "Toilet...." gumamnya dengan mata setengah terpejam. Ia segera beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Di tengah jalan ia berpapasan dengan Siyou yang bangun lebih dulu darinya. "Annyeong" sapa Taehyung datar karena ia masih setengah mengantuk.
Siyou menoleh hendak membalas sapaan Taehyung, "Annye....AAAAAAAAAA!!!!" Siyou justru menjerit ketakutan ketika melihat Taehyung.
Taehyung sendiri tersentak ketika mendengar jeritan Taehyung. "Waewaewae?" tanya Taehyung panik sambil bergerak mendekati Siyou, namun Siyou justru berteriak semakin kencang.
"AAAAAAAA PERGI! PERGII JANGAN DEKAT-DEKAAT! AAAAAA" jeritnya. Teriakan Siyou rupanya membangunkan yang lainnya.
"Ada apa?!" seru Kyungsoo diikuti yang lainnya yang baru saja terbangun dari tidur mereka dan belum sadar sepenuhnya. Kyungsoo dan yang lainnya terdiam ketika melihat wajah Taehyung yang tertutup masker. Mereka mengerti apa yang terjadi.
"PUAHAHAHAHAHAHAHAHA" Baekhyun tertawa terbahak-bahak. Sementara Myungeun dan Yoojin hanya menggeleng-geleng sembari tersenyum tipis melihat keributan yang sudah kembali di tengah-tengah mereka, seiring dengan kembalinya Taehyung.
"Heol….mengganggu tidurku saja" gumam Yichan datar sembari kembali ke kasurnya.
"Ya Siyou-ya ini aku!" seru Taehyung.
"ANDWAAAEE AAAAAA" Siyou kembali menjerit ketika Taehyung mendekat.
"Ah waeyo?!" protes Taehyung.
"Lihat wajah Oppa sendiri di cermin!" seru Siyou masih sambil menutupi wajahnya.
Taehyung pun segera bercermin dan...."AAAAAAAAA!!" ia pun terkejut melihat wajahnya sendiri. Ia kemudian teringat semalam Jaehee memakaikan krim malam dan kawan-kawannya di wajahnya. "YA MOON JAEHEE!!!" serunya kesal. Ia menoleh dan mencari sosok Jaehee, namun sosok Jaehee sudah menghilang entah kemana. Taehyung berlari melewati yang lainnya mencari Jaehee."YAAA MOON JAEHEE!!! NAWA!!" serunya kesal.
"PUAHAHAHAHAHA" sementara Baekhyun tak bisa berhenti tertawa sambil memukul mukul rak buku di dekatnya.
"Kakak-beradik macam apa mereka itu" gumam Kyungsoo sambil memijat dahinya karena pusing.
***