Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Film
>
Article
Diduga Distorsi Sejarah, Tim Produksi Drama 'Perfect Crown' Sampaikan Permintaan Maaf
18 Mei 2026 08:44 | 41349 hits

DREAMERS.ID - Tim produksi drama MBC 'Perfect Crown' menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah menuai kontroversi terkait dugaan distorsi sejarah dalam salah satu episodenya. Kritik tersebut mencuat lantaran beberapa latar dan dialog dalam drama dinilai tidak akurat secara historis.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di situs web mereka pada 16 Mei, tim produksi menyatakan penyesalan mendalam atas kegaduhan yang terjadi. "Kami dengan tulus menundukkan kepala dan meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait pengaturan world-building dan isu pembuktian sejarah (koreksi sejarah)," tulis tim produksi MBC.

Kontroversi ini bermula dari penayangan episode 11 pada Jumat (15/5). Dalam episode tersebut, ditampilkan adegan penobatan pangeran kedua, Grand Prince I-an (diperankan Byeon Woo Seok), sebagai raja baru setelah melalui berbagai rintangan.

Namun, sejumlah penonton jeli menemukan kejanggalan dalam upacara penobatan tersebut. Pertama adalah seruan para pejabat. Para menteri dan pelayan kerajaan meneriakkan kata "Chonse" (artinya 'hiduplah seribu tahun', seruan untuk negara vasal/tunduk) alih-alih "Manse" ('hiduplah sepuluh ribu tahun'), yang merupakan simbol dari negara merdeka yang berdaulat.

Kemudian masalah lain terlihat pada mahkota raja. Raja baru terlihat mengenakan mahkota Guryumyeonryugwan (mahkota sembilan rumbai) yang biasa digunakan oleh menteri atau pejabat Tiongkok, bukannya Sibiwonmyeonryugwan (mahkota dua belas rumbai) yang seharusnya dipakai oleh kaisar atau raja dari negara yang berdaulat secara mandiri.

Kombinasi visual dan dialog ini langsung memicu kritik keras dari pemirsa yang menilai drama tersebut merendahkan martabat sejarah bangsa.

Menanggapi kritik tersebut, tim produksi mengakui adanya kelalaian dalam melakukan riset yang mendalam, mengingat drama ini mengusung genre fiksi sejarah alternatif.

"Sebagai drama roman sekaligus sejarah alternatif di mana dunia fiksi dan konteks sejarah nyata saling berpotongan, kami seharusnya mempertimbangkannya dengan matang dan hati-hati. Namun, kami kurang berusaha dalam menyempurnakan latar dunia ini secara saksama," jelas mereka.

Pihak MBC menyatakan menerima kritik dari penonton dengan lapang dada. Sebagai langkah koreksi, mereka berjanji akan segera mengedit bagian yang bermasalah.

"Kami akan merevisi audio dan teks (subtitel) pada bagian tersebut secepat mungkin untuk tayangan ulang, video on-demand (VOD), dan layanan platform streaming (OTT)," pungkas tim produksi.

(fzh)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio