Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Film
>
Article
Surat untuk Masa Mudaku: Terinspirasi Kisah Nyata Tentang Harapan dan Penyembuhan Luka Masa Lalu
29 Januari 2026 23:00 | 236 hits

DREAMERS.ID - Film keluarga berjudul 'Surat untuk Masa Mudaku' resmi tayang di Netflix mulai 29 Januari 2026. Film ini terinspirasi dari pengalaman pribadi sutradara Sim F.

'Surat untuk Masa Mudaku' adalah film yang mengangkat tentang rasa kehilangan, kesepian, dan harapan yang tumbuh di tengah luka.

Lahir dari pengamatan dekat terhadap kehidupan nyata anak-anak di panti asuhan, film ini menjadi refleksi kolektif tentang bagaimana trauma masa kecil dapat membentuk seseorang hingga dewasa.

Melalui persahabatan tak terduga antara Kefas remaja (Theo Camillo Taslim) dan Pak Simon (Agus Wibowo), film ini menyampaikan pesan bahwa rasa kehilangan yang tidak pernah diselesaikan bisa menjelma menjadi kemarahan, gengsi, dan sikap apatis.

Namun, hubungan antargenerasi yang terbangun di panti asuhan justru membuka ruang untuk saling memahami dan berdamai dengan masa lalu.

Kefas, baik sebagai remaja maupun dewasa (Fendy Chow), merepresentasikan perjalanan emosional seseorang yang membawa luka lama ke dalam hidupnya—hingga akhirnya berani menghadapinya demi masa depan yang lebih utuh.

Karakter Pak Simon menjadi cermin lain dari tema ini: seseorang yang telah lama berhenti berharap pada kehidupan, tetapi tanpa sadar menjadi kunci penting dalam proses penyembuhan orang lain.

“Saya dan penulis naskah Daud Sumolang meramu cerita-cerita dari kehidupan nyata di panti asuhan menjadi satu tema, yaitu rasa kehilangan, yang dirasakan oleh karakter Kefas remaja, Kefas dewasa, sampai Pak Simon,” kata sutradara Sim F. dalam konferensi pers di Jakarta (28/1).

'Surat untuk Masa Mudaku' menekankan bahwa penyembuhan tidak selalu datang dari keluarga sedarah, melainkan dari kebersamaan, empati, dan keberanian untuk membuka kembali kenangan yang menyakitkan.

Kehadiran para aktor muda juga menjadi warna tersendiri yang menghibur dan memberikan penyegaran dalam film ini.

(mth)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio