Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Berita
>
Article

Unik, Ilmuwan Korsel Olah Tinja Menjadi Listrik dan Pengguna Bisa Dapat Uang Digital

19 Juli 2021 16:00 | 494 hits

DREAMERS.ID - Korea Selatan memiliki keunikan dan kreatifitas tinggi, yang mana bisa membuat inovasi. Terbaru, ditemukan teknologi di mana kamu menggunakan toilet maka bisa mendapatkan uang digital dan kotoran manusia diubah menjadi enerji.

Cho Jae Weon, seorang profesor teknik perkotaan dan lingkungan di Institut Sains dan Teknologi Nasional Ulsan (UNIST), telah merancang toilet ramah lingkungan yang terhubung ke laboratorium yang menggunakan kotoran untuk menghasilkan biogas dan pupuk kandang.

Melansir laman Reuters, toilet ini dinamakan BeeVi yang artinya gabungan kata lebah dan penglihatan. BeeVi menggunakan pompa vakum untuk mengirim kotoran ke tangki bawah tanah, sehingga mengurangi penggunaan air.

Di sana, mikroorganisme memecah limbah menjadi metana, yang menjadi sumber energi untuk bangunan, menyalakan kompor gas, ketel air panas, dan sel bahan bakar oksida padat.

"Jika kita berpikir out of the box, kotoran memiliki nilai yang sangat berharga untuk dijadikan energi dan pupuk. Saya telah menempatkan ini ke dalam sirkulasi ekologis." kata Cho.

Cho Jae Won memaparkan, rata-rata orang buang air besar sekitar 500 gram sehari, yang dapat diubah menjadi 50 liter gas metana. Gas ini dapat menghasilkan listrik 0,5kWh atau setara untuk menggerakkan mobil sejauh sekitar 1,2km (0,75 mil).

Selain itu, Cho telah merancang mata uang virtual yang disebut Ggool (Kkul), yang berarti madu dalam bahasa Korea. Setiap orang yang menggunakan toilet ramah lingkungan bisa mendapatkan 10 Ggool sehari.

Mahasiswa dapat menggunakan mata uang tersebut untuk membeli barang-barang di kampus, mulai dari kopi, mie instan, buah-buahan, dan buku. Mereka bisa mengambil produk yang diinginkan di toko dan memindai kode QR untuk membayar dengan Ggool.

"Saya hanya pernah berpikir bahwa kotoran itu kotor, tetapi sekarang itu adalah harta yang sangat berharga bagi saya. Saya bahkan berbicara tentang kotoran selama waktu makan untuk berpikir tentang membeli buku apa pun yang saya inginkan," kata mahasiswa pascasarjana Heo Hui Jin di pasar Ggool.

(rzlth)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio