
DREAMERS.ID - Menyebarnya virus corona yang semakin memburuk, tentunya semakin menambah banyak korban di berbagai Negara. Namun, rata-rata pasien yang terinfeksi penyakit sejenis SARS ini berjenis kelamin laki-laki.
Karena hal ini, Dokter spesialis paru bernama Erlina Burhan menyebutkan bahwa terdapat beberapa alasan tertentu yang membuat laki-laki menjadi lebih mudah terserang virus corona dibandingkan dengan wanita.
“Dari jurnal yang ada, memang lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Ada beberapa kemungkinan”. kata Erlina dalam diskusi Mundhipharma Indonesia di Jakarta pada Kamis (06/02) kemarin
Pertama, studi menunjukkan laki-laki memiliki lebih banyak reseptor virus dibandingkan dengan perempuan. Reseptor sendiri merupakan tempat virus berkembang biak lalu menyerang tubuh. Di manusia reseptor virus terdapat di saluran pernapasan dan saluran cerna.
Kedua, menurut Erlina, laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas dibandingkan dengan waniata sehingga kemungkinan terpapar virus corona lebih besar dialami oleh kaum pria daripada wanita.
Ketiga, virus corona mulai menyebar di Wuhan dan sejumlah kota di Tiongkok yang merupakan negara dengan penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Tercatat, rasio laki-laki dibandingkan perempuan yang lahir di Tiongkok pada tahun 2015 mencapai 113,5 bayi laki per 100 bayi perempuan. Di beberapa provinsi bahkan tercatat mencapai 130 bayi laki-laki.
Keempat, menurut Erlina, laki-laki lebih banyak merokok dibandingkan dengan wanita. Merokok sendiri dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih rentan terkena virus corona.
(Rie127)
