Dreamland
>
Berita
>
Article
Stop Salahkan Korban, Pelecehan Seksual Murni 100% Karena Niat Pelaku
20 Juli 2019 11:14 | 931 hits

DREAMERS.ID - Cukup disayangkan fenomena pelecehan seksual terhadap wanita di Indonesia termasuk hal yang tak asing dan banyak terjadi. Yang sempat menjadi perdebatan panjang adalah beberapa pihak menuding pelecehan seksual juga berasal dari faktor korban, salah satunya adalah memakai baju terlalu terbuka.

Selain kerap dianggap remeh, Diskusi mengenai penyebab terjadinya pelecehan seksual juga dinilai lebih banyak menyudutkan korban daripada pelaku. Karena hal itulah koalisi yang terdiri dari Hollaback! Jakarta, perEMPUan, Lentera Sintas Indonesia, Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta (JFDG), dan Change.org Indonesia mengadakan Survei Pelecehan Seksual di Ruang Publik.

Dari analisis data survei yang diikuti oleh lebih dari 62 ribu orang, koalisi menemukan fakta menarik yang membantah mitos-mitos yang beredar terkait pelecehan seksual. Menurut hasil survei, mayoritas korban pelecehan tidak mengenakan baju terbuka saat mengalami pelecehan seksual melainkan memakai celana/rok panjang (18%), hijab (17%), dan baju lengan panjang (16%). Hasil survei juga menunjukkan bahwa waktu korban mengalami pelecehan mayoritas terjadi pada siang hari (35%) dan sore hari (25%), berbeda dari mitos yang banyak dipercaya orang bahwa pelecehan seksual terjadi karena korban berada di luar rumah pada malam hari.

“Selama ini korban pelecehan seksual banyak disalahkan karena dianggap ‘mengundang’ aksi pelecehan dengan memakai baju seksi atau jalan sendiri di malam hari. Tapi semua anggapan itu bisa dibantah dengan hasil survei ini. Hasil survei ini jelas menunjukkan bahwa perempuan bercadar pun sering dilecehkan, bahkan pada siang hari,” kata founder perEMPUan, Rika Rosvianti.

Mengutip Media Indonesia, survei ini juga membuktikan bahwa pelecehan seksual tidak selalu dialami oleh perempuan, namun juga laki-laki. Karena itu, isu mengenai pelecehan seksual di ruang publik ini tidak hanya menjadi kepedulian perempuan, tapi juga laki-laki.

Dan ternyata hasil survei menunjukkan satu dari dua orang korban pelecehan seksual saat masih di bawah umur. Mayoritas korban mengaku mengalami pelecehan secara verbal seperti komentar atas tubuh (60%), fisik seperti disentuh (24%) dan visual seperti main mata (15%).

Korban mengaku banyak saksi yang mengabaikan (40%) dan bahkan menyalahkan korban (8%) ketika pelecehan terjadi. Namun, banyak pula yang membela korban (22%) dan berusaha menenangkan korban (15%) setelah kejadian. Sebanyak 92% korban pun mengaku merasa terbantu setelah dibela.

Baca juga: Katy Perry Kembali Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Kali Ini Korbannya Perempuan

“Pelecehan seksual ini murni terjadi 100% karena niat pelaku. Tidak ada korban yang “mengundang” untuk dilecehkan. Tidak seharusnya korban yang mengalami pelecehan seksual ini disalahkan karena kejahatan yang dilakukan orang lain. Sudah saatnya kita mengubah pola pikir kita yang malah sering melakukan viktimisasi korban,” tandasnya.

Karena itulah pihaknya ingin mengajak semua orang yang membaca hasil survei ini untuk bersama-sama #LawanPelecehan.

--

DREAMERS! Ayo update berita terbaru mulai dari News, Entertainment, dan Lifestyle sambil dengerin lagu-lagu K-Pop, Barat atau Indonesia paling hits dengan Download Mobile App DREAMERS.ID! Kini tersedia di iOS App Store dan GOOGLE Playstore lho

GRATIS!

Nah, Kamu juga bisa eksis di FORUM dan FAN-FICTION lho. 
Asik banget kan! 

Download sekarang juga ya!

(rei)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio