
DREAMERS.ID - Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump menuding mantan presiden Barack Obama telah menyadap teleponnya pada bulan Oktober tahun lalu. Penyadapan terjadi saat detik-detik terakhir kampanye pemilihan presiden dilangsungkan. Hal tersebut terungkap melalui akun Twitter pribadi Trump.
"Betapa rendahnya Presiden Obama menyadap telepon saya saat proses Pemilu yang sangat suci. Ini Nixon/Watergate. Orang jahat (sakit)!," kicau Trump pada Sabtu (4/3) pagi waktu Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Trump mengatakan kalau penyadapan dilakukan saat ia tengah berada di gedung Trump Tower di New York. Meski demikian, ia mengatakan tidak ada hal penting yang didapat dari obama saat menyadapnya.
Hingga kini, pihak Obama maupun Gedung Putih yang saat ini dipimpin Trump tidak menanggapi tudingan Trump tersebut.
Diketahui kalau pemerintahan Trump sedang ditekan oleh pihak FBI dan penyelidikan Kongres soal kontak bawahan-bawahannya dalam tim kampanyenya dengan para pejabat Rusia saat masa kampanye berlangsung.
Obama sendiri telah memberikan sanksi tegas kepada Rusia dengan mengeluarkan perintah untuk diplomat Rusia agar segera meninggalkan Amerika pada Desember tahun lalu terkait dugaan keterlibatan Rusia dalam kasus peretasan partai politik saat pemilihan presiden Amerika dilangusngkan pada 8 November.
Sementara itu, tanggapan soal tudingan Trump terhadap Obama dilontarkan oleh Anggota DPR Eric Swalwell dari Partai Demokrat yang menjadi anggota Komisi Intelijen DPR. Swalwell menganggap tudingan Trump kepada Obama tidak berdasar.
"Saya kira ini hanya cuitan rutin dia saja. Presiden (Obama) tidak menyadap siapa pun. Kegiatan ini dilakukan oleh Kejaksaan bekerjasama dengan FBI dan mendapat izin dari hakim," ucap dia seperti dikutip Reuters.
(dits/Antara)
