Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Berita
>
Article

Sikap Gamang Jokowi Soal Penundaan Pemilu 2024, Dianggap Malu-malu Tapi Mau?

07 Maret 2022 13:10 | 831 hits

DREAMERS.ID - Sempat tegas menolak perpanjangan masa jabatan presiden sebelumnya, kini Jokowi terlihat mulai permisif terhadap wacana penundaan Pemilu 2024. Sejumlah ahli pun menganggap jika hal ini adalah sinyal persetujuan dari Jokowi.

Isu perpanjangan jabatan presiden hingga tiga periode ini memang bukan hal baru. Pertama kali berhembus tahun 2019 di mana Jokowi langsung menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut, melansir CNN Indonesia.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. Itu ada tiga [maknanya] menurut saya: Satu, ingin menampar muka saya; yang kedua, ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka; yang ketiga, ingin menjerumuskan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Desember 2019.

Isu ini kembali mencuat pada Maret 2021 ketika mantan Ketua MPR Amien Rais menyebut ada rencana besar dari Istana untuk memperpanjang masa jabatan Jokowi, yang langsung dibantah kembali oleh Jokowi yang mengaku tak berminat menambah masa jabatan.

Namun belakangan, topik ini kembali memanas ketika dua ketua umum partai pendukkung pemerintah dengan tegas mengusulkan penundaan Pemilu 2024 yang bisa diasumsikan menjadi perpanjangan jabatan presiden.

Presiden Jokowi memang belum bersuara resmi, namun pada akhir pekan lalu, ia tidak lagi melontarkan penolakan. Bahkan, Jokowi menyebut jika usulan penundaan Pemilu 2024 adalah bagian dari demokrasi dan boleh dilakukan siapa saja.

Baca juga: Berapa Sih THR yang Diterima Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin?

"Siapa pun boleh-boleh saja mengusulkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan (masa jabatan presiden), menteri atau partai politik, karena ini kan demokrasi. Bebas saja berpendapat," kata Jokowi. "Tetapi, kalau sudah pada pelaksanaan, semuanya harus tunduk dan taat pada konstitusi."

Hal ini menimbulkan banyak respon dari para pakar, salah satunya pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin. Ia mengatakan jika Jokowi harusnya bisa kembali tegas jika tidak setuju seperti sebelumnya.

"Soal sikap Presiden yang tidak jelas, tidak tegas, ini menandakan bahwa bisa jadi Presiden malu-malu, tetapi mau. Ini yang jadi pertanyaan publik juga," kata Ujang.

Terlebih, Ujang mengingatkan Presiden Jokowi jika penundaan Pemilu 2024 melanggar konstitusi dan diyakini rakyat akan melawan rencana para elit politik itu. Dengan sikap gamang seperti sekarang, Ujang mengkhawatirkan pertaruhan sisa masa jabatan Jokowi di mana koalisi ditakutkan pecah dan mengakibatkan kurang fokusnya Jokowi menyelesaikan periode kedua ini.

Dihubungi terpisah, pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi menilai Jokowi mulai tergoda dengan perpanjangan masa jabatan. Menurutnya, hal itu terjadi karena orang-orang di sekelilingnya mengabarkan seolah-olah mayoritas masyarakat mendukung.

"Jangan sampai Pak Jokowi terlena dengan ucapan para pembantunya, tetapi dia tidak sadar konstitusi tidak menghendaki seperti itu. Jangan sampai di akhir masa jabatannya tragis seperti Pak Presiden Soeharto," ujar Asrinaldi. "Jangan terlalu percaya diri yang bisa berdampak pada prestasi beliau yang hilang dari sejarah bangsa Indonesia,"

(rei)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio