
DREAMERS.ID - Dua pemeran utama drama hit 'Perfect Crown', IU dan Byeon Woo Seok, secara resmi menyampaikan permintaan maaf pribadi pada Senin (18/5). Langkah ini diambil setelah drama yang mereka bintangi menuai kecaman keras dari publik karena dinilai merendahkan kedaulatan sejarah Korea Selatan.
Kontroversi bermula saat penayangan episode 11 pada Jumat (15/5). Drama yang mengambil latar semesta alternatif di mana Korea modern berbentuk monarki konstitusional ini, menampilkan adegan penobatan Pangeran Agung Ian (diperankan oleh Byeon Woo Seok) sebagai raja baru.
Namun, penonton menemukan sejumlah kekeliruan fatal dalam prosesi tersebut yang membuat posisi Korea terkesan seperti negara jajahan atau vasal dari Kekaisaran China.
Detail kekeliruan sejarah yang memicu kemarahan publik meliputi penggunaan seruan, di mana para rakyat dan menteri dalam adegan tersebut meneriakkan kata "Cheonse" (hidup seribu tahun), yang secara historis digunakan oleh negara vasal. Padahal, untuk negara merdeka, seruan yang seharusnya digunakan adalah "Manse" (hidup sepuluh ribu tahun).
Lalu, Pangeran I-an terlihat mengenakan guryumyeonryugwan (mahkota sembilan rumbai) yang biasa dipakai oleh menteri atau bawahan China, alih-alih shipimyeonryugwan (mahkota dua belas rumbai) yang merupakan simbol kaisar dari negara merdeka.
Sebelumnya, tim produksi 'Perfect Crown' telah merilis permintaan maaf resmi terlebih dahulu pada Sabtu (16/5). Mereka menyatakan menerima dengan berat hati kritik dari penonton yang menilai pihak produksi telah merusak status kedaulatan bangsa.
Dua hari berselang, giliran kedua aktor utama yang angkat bicara melalui akun Instagram pribadi mereka untuk meredam kekecewaan penggemar.

IU, yang berperan sebagai pewaris chaebol bernama Seong Hui Ju, mengungkapkan rasa penyesalan dan malunya karena kurang teliti dalam memeriksa naskah.
"Sebagai aktor utama, saya merasa gagal menunjukkan sikap bertanggung jawab dan akhirnya menyebabkan kekecewaan besar. Saya dengan tulus merenungkan hal ini dan meminta maaf, tanpa alasan, karena langsung berakting tanpa memikirkan (verifikasi sejarah) secara lebih mendalam," tulis IU.

Sementara itu, Byeon Woo Seok mengunggah foto surat tulisan tangan yang merefleksikan kelalaiannya selama proses syuting.
"Dalam proses syuting, saya tidak cukup memikirkan bagaimana konteks dan makna sejarah yang terkandung di dalamnya akan diterima oleh penonton. Melalui teguran pemirsa, saya sadar bahwa seorang aktor harus mendekati karyanya dengan tanggung jawab yang lebih besar, tidak hanya soal akting tetapi juga pesan yang dibawa oleh produksi tersebut," ungkap Byeon Woo Seok.
Kedua aktor tersebut berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar lebih berhati-hati dan matang dalam memilih serta mendalami proyek drama di masa depan.
(fzh)
