
DREAMERS.ID - Agensi yang menaungi penyanyi WOODZ (Cho Seung Youn), EDAM Entertainment, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terkait kontroversi perekrutan staf tanpa upah untuk tur dunia sang artis.
Masalah ini mencuat setelah sebuah pengumuman lowongan kerja untuk konser di Jerman tersebar di komunitas online dan memicu kecaman publik karena dianggap mengeksploitasi tenaga kerja dengan dalih loyalitas penggemar.
Pihak EDAM Entertainment memberikan klarifikasi bahwa mereka telah melakukan koordinasi dengan penyelenggara lokal terkait detail yang menjadi perdebatan tersebut. Mereka mengakui adanya kelalaian dalam mengawasi proses perekrutan yang dilakukan oleh pihak ketiga di lokasi pertunjukan.
"Kami telah mengonfirmasi fakta-fakta terkait konten tersebut kepada penyelenggara pertunjukan lokal. Kami merasa sangat menyesal karena tidak memeriksa konten tersebut secara memadai sebelumnya," ujar perwakilan EDAM Entertainment dalam pernyataan resminya kepada MK Sports pada Jumat (8/5).
Lebih lanjut, agensi berjanji akan segera memperbaiki situasi tersebut agar hak-hak pekerja di lapangan tetap terpenuhi sesuai standar yang berlaku. Pihak manajemen menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh proses operasional tur di luar negeri agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Mengenai kekurangan dalam operasional pertunjukan lokal, kami akan berkonsultasi erat dengan penyelenggara setempat untuk memastikan tindakan yang diperlukan telah diambil. Kami juga akan memperkuat komunikasi dengan pihak lokal dan memeriksa segala sesuatunya dengan lebih cermat agar seluruh proses operasional pertunjukan di masa mendatang berjalan lancar," tambah pihak agensi.
Kontroversi ini bermula ketika muncul pengumuman rekrutmen staf untuk konser WOODZ bertajuk 'Archive.1' di Jerman. Dalam unggahan tersebut, penyelenggara mencari staf untuk menjaga ketertiban lokasi dan mengelola stan merchandise pada hari konser.
Namun, syarat yang diajukan dianggap terlalu menuntut karena kandidat diwajibkan menguasai bahasa Korea, Jerman, dan Inggris, serta memiliki pengetahuan teknis tentang pencahayaan dan suara.
Meski kualifikasinya cukup spesifik dan profesional, kompensasi yang ditawarkan hanyalah makanan dan kesempatan menonton konser tanpa adanya upah finansial. Hal ini memicu kritik tajam dari netizen yang menilai bahwa mempekerjakan tenaga kerja tanpa gaji untuk konser komersial berskala besar adalah tindakan yang tidak adil.
WOODZ sendiri dijadwalkan akan melanjutkan tur dunia 'Archive.1' miliknya pada bulan Juni mendatang dengan mengunjungi beberapa kota besar di Eropa, termasuk Berlin, London, Frankfurt, dan Paris.
(fzh)
