
DREAMERS.ID - Pimpinan National Pension Service (NPS) Korea Selatan baru saja merilis pernyataan resmi menanggapi kelumpuhan operasional yang terjadi di pusat layanan mereka.
Insiden ini dipicu oleh gelombang panggilan telepon dan e-mail dari penggemar internasional yang memprotes keputusan hengkangnya Heeseung dari boy group ENHYPEN.
Masalah bermula pekan lalu setelah pengumuman bahwa Heeseung akan meninggalkan grup untuk berkarier sebagai solois. Tak lama berselang, seruan aksi mulai tersebar luas di media sosial yang mendesak para penggemar untuk menghubungi NPS guna menyampaikan keluhan.
Sebagai salah satu pemegang saham utama di HYBE, NPS menjadi sasaran protes karena dianggap memiliki pengaruh terhadap keputusan perusahaan.
Pada 18 Maret, Ketua dan CEO NPS Kim Sung Joo mengungkapkan melalui akun Facebook pribadinya bahwa Pusat Dukungan Pensiun Internasional sempat mengalami kelumpuhan sementara akibat lonjakan panggilan dari luar negeri yang tiba-tiba.
Dalam kurun waktu hanya dua jam, pusat layanan tersebut menerima sekitar 1.500 e-mail protes yang menanyakan apakah NPS mengetahui potensi penurunan nilai pasar akibat keputusan personel tersebut.
Kim Sung Joo menjelaskan bahwa pusat layanan tersebut sebenarnya didedikasikan untuk membantu pekerja asing di Korea serta warga negara Korea yang bekerja di luar negeri dalam urusan dana pensiun. Ia sangat menyayangkan insiden ini karena menyebabkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan terkait dana pensiun mengalami kesulitan akses yang signifikan.
Dalam pernyataan resminya, Kim menegaskan bahwa meskipun NPS berinvestasi di banyak perusahaan di lebih dari 80 negara, lembaga tersebut tidak terlibat dalam manajemen internal maupun keputusan personel perusahaan tertentu.
Ia menekankan bahwa NPS sama sekali tidak memiliki wewenang atau keterlibatan dalam pembentukan maupun perubahan anggota grup K-pop mana pun.
Pihak NPS berkomitmen untuk tetap fokus pada tugas utama mereka dalam mengelola dana pensiun publik dengan stabil dan bertanggung jawab.
Sementara itu, BELIFT LAB selaku agensi ENHYPEN telah menegaskan kembali dalam pernyataan pada 15 Maret lalu bahwa Heeseung tidak akan kembali ke grup dan tetap melanjutkan rencana karier solonya.
(fzh)
