Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
google plus dreamers
Dreamland
>
Lifestyle
>
Article

4 Penyebab Wanita Dewasa Mengompol Atau Inkontinensia Urine

26 Oktober 2020 12:50 | 866 hits

DREAMERS.ID - Pernahkah kalian tiba-tiba mengompol padahal sudah berada di usia yang dewasa? Fenomena tersebut memiliki nama ilmiah inkontinensia urine atau kondisi ketika seseorang sulit menahan buang air kecil, sehingga jadi mengompol.

Umumnya, inkontinensia urine terjadi pada lansia, dan lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. Meskipun biasanya bukan merupakan kondisi yang berbahaya, inkontinensia urine dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis dan kehidupan sosial penderita.

Pasien Inkontinensia urin biasanya tidak bisa menahan kencing karena masalah pada otot dasar panggul dan sfingter uretra (lubang keluarnya urine). Dalam beberapa kasus, ngompol pada wanita dewasa ini juga bisa terjadi di usia 25 tahun.

Sebanyak 20-30 persen dari angka keseluruhan wanita secara global mengalami inkontinensia urine. Melansir dari CNN Indonesia, berikut adalah 4 penyebab wanita dewasa mengompol atau inkontensia urine:

1. Menopause dan lansia

Ketika hormonal sudah terganggu, hilangnya estrogen sehingga tanda-tanda inkontinensia urine biasanya bermunculan.

"Untuk mencegah inkontinensia urine bisa dengan rutin latihan kegel usai melahirkan, menjalani gaya hidup yang sehat, dan mengontrol berat badan. Jangan tunggu keluhan dahulu, segera lakukan pencegahan," katanya.

2. Pada saat wanita melahirkan

Wanita yang sudah pernah melahirkan atau melewati proses persalinan lama, masuk dalam golongan yang berisiko tinggi mengalami inkontinensia urine. Proses pengeluaran kepala bayi yang berlangsung lama, menyebabkan ligamen pada panggul dan otot levator ani rusak.

Sehingga melemahkan kemampuannya untuk menopang rektum dan uretra, yang berujung pada kebiasaan buang air kencing tanpa bisa dicegah.

3. Obesitas

Wanita yang mengalami obesitas juga berisiko mengalami inkontinensia stress. Hal ini diakibatkan oleh tekanan abdomen dari beban tubuhnya yang lebih tinggi.

4. Mengidap diabetes melitus

Diabetes melitus juga menyebabkan gangguan pada organ berkemih, sehingga sebagian besar pengidapnya mengalami inkontinensia urine.

(srtk)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio