Dreamland
>
Lifestyle
>
Article
Kenali OTG, Kategori Orang 'Sehat' yang Bisa Tularkan Virus Corona
07 April 2020 10:35 | 5861 hits

DREAMERS.ID - Orang Tanpa Gejala (OTG) diyakini sebagai kelompok yang berkontribusi terhadap bertambahnya kasus corona setiap hari. Golongan yang juga disebut sebagai ‘carrier’ atau pembawa virus ini adalah sumber penular yang susah dideteksi dan ditandai.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, baru-baru ini mengatakan, "Sebagian dari mereka adalah kelompok orang yang tanpa gejala, yaitu orang-orang yang di dalam tubuhnya telah dapat virus dan virus ini berkembang biak kemudian menyebar ke sekitarnya melalui percikan ludah, droplet, pada saat berbicara, bersin, ataupun batuk. Sementara yang bersangkutan tidak merasakan bahwa dirinya sakit."

Kondisi ini pula yang mendasari imbauan pemerintah agar semua orang menggunakan masker saat keluar rumah, meski tidak punya keluhan. Melansir dari Detik, versi terbaru Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease mendefinisikan OTG sebagai seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang yang terkonfirmasi COVID-19. OTG merupakan 'kontak erat' dengan kasus konfirmasi COVID-19.

Baca juga: Update Corona di Indonesia per 4 Juni: 28.818 Kasus, 1.721 Meninggal, 8.892 Sembuh

Sementara itu, kontak erat didefinisikan sebagai orang-krang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan maupun konfirmasi), dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Mereka yang masuk kategori kontak dekat adalah petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa APD (Alat Pelindung Diri) sesuai standar. Selain itu, orang-orang yang pernah berada dalam satu ruangan yang sama dengan pasien positif juga termasuk kontak dekat. Bila dalam kendaraan umum yang ditumpangi ada penumpang yang kemudian terkonfirmasi positif, maka penumpang lain juga termasuk kontak dekat.

Tanpa gejala, tentunya sulit bagi OTG untuk diidentifikasi dan ditandai. Oleh karena itu, organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI telah merekomendasikan penggunaan masker bagi siapapun, dengan atau tanpa keluhan, saat keluar rumah.

Jenis masker yang dianjurkan adalah masker kain. Meski kemampuan filtrasinya tidak sebaik masker bedah dan masker N95, masker kain mampu menyaring 70 persen partikel dan bisa dipakai ulang. Syaratnya, harus sering-sering dicuci pakai sabun. Yuri menyarankan penggunaan maksimal 4 jam dalam sehari dan kemudian cuci kembali dengan air sabun.

(fzh)

Komentar
RECENT ARTICLE
Advertise with Us
sales & marketing : sales@dreamers.id
enquiries : info@dreamers.id
Get Our Application for Free
MOST POPULAR
BACK TO DREAMLAND | TOP | View Desktop Version
CONTACT US
Dreamers.id
dreamersradio